Harga Bitcoin Melonjak, Volume Transaksi di Tokocrypto Naik hingga 3 Kali Lipat
JAKARTA, investortrust.id - Chief Marketing Officer (CMO) Tokocrypto Wan Iqbal mengungkapkan, lonjakan harga Bitcoin dalam beberapa waktu terakhir menjadi katalis dalam peningkatan transaksi kripto, termasuk bagi pihaknya. Menurutnya, total transaksi di Tokocrypto pada Oktober hingga November 2024 meningkat hampir tiga kali lipat dengan nilai hampir US$ 2 juta.
“Momentum bullish ini tidak hanya mendorong peningkatan volume transaksi, tetapi juga menarik lebih banyak investor baru ke industri kripto,” ujarnya, dalam keterangan pers, Jumat (6/12/2024).
Iqbal mengatakan, meningkatnya harga Bitcoin mencapai 131% year to date (ytd) sejak awal tahun menjadi pemicu utama naiknya minat investor terhadap aset kripto. Fenomena ini juga mempengaruhi diversifikasi portofolio investor, dengan banyak yang mulai melirik alternative coin (altcoin) atau bahkan meme coin usai kenaikan harga Bitcoin.
“Lonjakan harga Bitcoin sering kali menjadi pintu masuk bagi investor untuk mengeksplorasi aset digital lainnya. Ini tidak hanya meningkatkan volume perdagangan, tapi juga memperkuat pertumbuhan ekosistem kripto secara keseluruhan,” katanya.
Baca Juga
Usai Tembus US$ 100.000, Bitcoin Masih Menawarkan Potensi Keuntungan
Menurutnya, harga Bitcoin yang saat ini melampaui US$ 100.000 atau sekitar Rp 1,58 miliar menjadi momen penting dalam perjalanan aset digital ini. Hal tersebut mencerminkan kepercayaan yang semakin besar terhadap Bitcoin sebagai kelas aset utama.
Lonjakan harga ini, lanjut Iqbal, didorong oleh sejumlah faktor kunci, seperti pengurangan pasokan Bitcoin melalui proses halving. Lalu arus masuk bersih yang mencapai US$ 31 miliar di dana yang diperdagangkan di bursa atau exchange traded fund (ETF) Bitcoin Amerika Serikat (AS).
Baca Juga
Tokocrypto Optimistis Harga Bitcoin Bisa Tembus US$ 100.000 di Akhir 2024
“Dari sisi regulasi, kemenangan Donald Trump dan penunjukkan tokoh pro kripto seperti Paul Atkins untuk menggantikan Gary Gensler sebagai Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) memberikan sinyal positif bagi industri kripto,” ucap dia.
Dikatakan Iqbal, minat investor terhadap Bitcoin terus meningkat seiring dengan naiknya harga salah satu aset digital tersebut. Ia memperkirakan fenomena ini akan tercermin di pasar dalam negeri, di mana investor ritel terdorong oleh fenomena fear of missing out (FOMO).
”Dengan sentimen pasar yang optimis, lebih banyak investor baru diyakini akan terlibat, baik untuk investasi jangka panjang maupun perdagangan harian,” ujar Iqbal.

