Ruang Pertumbuhan Kinerja masih Besar, Saham Midi Utama (MIDI) Jadi Pilihan
JAKARTA, investortrust.id – PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) memiliki ruang yang memadai untuk pertumbuhan pendapatan dan laba bersih setiap tahun. Pertumbuhan didukung perubahan gaya bidup berbelanja kaum urban bersamaan dengan ekspansi jaringan toko.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk merekomendasikan beli saham emiten mini market dengan merk dagang Alfamidi (MIDI) ini dengan target harga Rp 600. Dengan harga penutupan Rp 404 pada perdagangan kemarin, terbuka peluang kenaikan sebanyak 48,51% saham ini.
Baca Juga
Laba Midi Utama (MIDI) Tahun 2023 Memuaskan, Berikut Penopangnya
BRI Danareksa Sekuritas melalui riset perdananya saham MIDI menyebutkan bahwa MIDI didukung perubahan gaya hidup masyarakat urban mulai aktif berbelanja di jaringan ritel modern. Perubahan gaya hidup tersebut akan berimbas positif terhadap tren peningkatan penjualan MIDI, yaitu emiten dengan jaringan ritel terbesar.
Estimasi Kinerja Keuangan MIDI
“Di tengah peningkatan urbanisasi, gaya hidup lebih aktif, dan kemacetan lalu-lintas di kota-kota besar mendorong consume Indonesia untuk memilih berbelanja kebutuhan harian di jaringan ritel terdekat,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto dan Sbela Nur Amalia dalam riset yang diterbitkan hari ini.
Perubahan gaya hidup konsumen tersebut dapat dilihat dari tren pertumbuhan penjualan tahunan (CAGR) mencapai 7% sepanjang periode 2018-2023. Perseroan melalui jaringan tokonya Alfamidi terlihat menjadi pilihan utama.
Baca Juga
Midi Utama (MIDI) Pertebal Modal Anak Usaha Restoran Rp 70 Miliar
Selain perubahan gaya hidup kaum urban, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, Alfamidi jaringan ritel modern terbesar di Indonesia dengan mengelola lebih dari 2.208 toko, termasuk Midi Super dan Fresh, sampai akhir Maret 2024. Meski jaringan toko paling luas, MIDI masih memiliki potensi perluasan jaringan besar ke depan, khususnya luar pulau Jawa.
Apalagi pertumbuhan pendapatan tahunan gerai di luar pulau Jawa, terang BRI Danareksa Sekuritas, bertumbuh kuat dalam beberapa tahun terakhir. Data perseroan menyebutkan tingkat pertumbuhan penjualan tahunan (CAGR) jaringan gerai luar Jawa mencapai 17,4% periode 2019-2023, dibandingkan pertumbuhan di pulau Jawa mencapai 7%.
Perubahan tren dan ekspansi jaringan toko mendorong BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan tingkat pertumbuhan laba bersih tahunan (CAGR) perseroan mencapai 20,5% periode 2024-2026. “Target tersebut sejalan dengan CAGR ekspansi toko MIDI mencapai 6,8% pada 2024-2026,” tulisnya.
Baca Juga
Dividen Alfamidi (MIDI) Rp 155,47 Miliar, Cek Tanggal Penting Berikut
Alfamidi juga memiliki peluang besar untuk mengerek naik margin keuntungan bersamaan dengan peningkatan kontribusi penjualan produk segar, beku, dan non pangan. Margin juga bisa terkerek naik sejalan dengan berlanjutnya efisiensi.
BRI Danareksa Sekuritas menargetkan kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp 617 miliar tahun ini, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 516 miliar. Pendapatan perseroan juga diprediksi meleat menjadi Rp 19,47 triliun, dibandingkan tahun sebelumnya Rp 17,35 triliun.
Grafik Saham MIDI

