Reksa Dana Syariah Insight Investments Management Raih Penghargaan Internasional
JAKARTA, investortrust.id- Dalam ajang LSEG Lipper Fund Awards 2024, London Stock Exchange Group (LSEG) bekerja sama dengan badan riset dan analisis Lipper Fund menganugerahkan tiga penghargaan internasional kepada PT Insight Investments Managementuntuk dua produk Reksa Dana Syariah.
Penghargaan Best Fund over 3 Years dan Best Fund over 10 Years untuk Reksa Dana Haji Syariah (I-Hajj Syariah Fund), serta Best Fund over 5 Years untuk Reksa Dana Syariah Insight Simas Asna Pendapatan Tetap Syariah (I-ASNA).
“Penghargaan ini menunjukkan kemampuan dan kinerja produk-produk Insight Investments Management dalam menghadapi tantangan pasar yang dinamis dan beragam,” ujar Chief of Investment Insight Investment Management Camar Remoa dalam keterangan resmi, Senin (10/6/2024).
Baca Juga
Perlu diketahui, penghargaan LSEG Lipper Fund didasarkan pada peringkat Lipper Leader for Consistent Return, yang merupakan ukuran kinerja yang objektif, kuantitatif, dan disesuaikan dengan risiko yang dihitung selama 36, 60, dan 120 bulan. Reksa Dana dengan nilai Lipper Leader for Consistent Return (Effective Return) tertinggi dalam setiap klasifikasi yang memenuhi syarat akan memenangkan Penghargaan LSEG Lipper Fund.
Principal Lipper Global Research LSEG Lipper Tom Roseen mengatakan, LSEG Lipper Fund 2024 mengakui bahwa mungkin periode tiga tahun terakhir ini adalah periode paling dramatis yang pernah dialami pasar dalam beberapa dekade.
“Manajer investasi yang diakui adalah manajer investasi yang telah mengarahkan investor mereka melalui pandemi, resesi ringan, perang, inflasi yang melonjak, dan intervensi bank sentral yang dramatis,” ujarnya.
Seperti diketahui, perkembangan pasar modal hingga Mei 2024 cukup volatil, yang utamanya dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal seperti ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Oleh karena itu, investor perlu melakukan diversifikasi dan menempatkan dana pada instrumen investasi yang tepat sebagai langkah untuk meminimalkan risiko.
Baca Juga
Kenali Jenis Profil Risiko Investasi Reksa Dana, Kamu Masuk yang Mana?
Camar menjelaskan bahwa volatilitas pasar yang tinggi mengakibatkan pergeseran risk appetite investor sehingga memilih instrumen yang tidak terlalu volatile. Hal ini terlihat dari penurunan unit penyertaan (UP) reksa dana saham, indeks, dan ETF sebesar 3% hingga 10% sepanjang tahun ini. Sebaliknya, reksa dana pendapatan tetap dan terproteksi bisa menjadi pilihan investasi untuk mengurangi risiko saat ini mencatatkan pertumbuhan UPsebesar 0,5% hingga 2%.
Menanggapi kondisi tersebut, Camar menyarankan agar investor mempertimbangkan reksa dana dengan risiko yang lebih terukur.

