Madusari Murni (MOLI) Tebar Dividen Rp 10 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – PT Madusari Murni Indah Tbk (MOLI) akan membagikan dividen tahun buku 2023 senilai Rp 10 miliar. Angka tersebut setara dengan dividend payout ratio (DPR) sebanyak 11,97% dari total laba bersih tahun lalu Rp 83,5 miliar.
“Rapat pemegang saham tahunan (RUPST) hari ini diputuskan pembagian dividen tunai sebesar Rp 10 miliar,” ujar Direktur Utama Madusari Murni Indah Adikin Basirun dalam paparan publik secara virtual, Rabu (29/5/2024).
Baca Juga
Tahun lalu, perseroan membukukan laba Rp 94,1 miliar yang terdiri atas Rp 83,5 miliar laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan senilai Rp 10,6 miliar laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada kepentingan nonpengendali.
Laba bersih tahun lalu melesat 270%, dibandingkan keuntungan bersih 2022 yang senilai Rp 22,52 miliar. Padahal, pendapatan bersih perseroan turun tipis dari Rp 1,51 triliun pada 2022 menjadi Rp 1,44 triliun tahun lalu.
Adikin mengaku, strategi perusahaan yang berfokus pada pasar khusus dengan kebutuhan produk etanol food grade berkualitas tinggi menjadikan laba bersih melesat tahun lalu. Madusari Murni memutuskan untuk mengurangi pangsa pasarnya di pasar etanol yang sensitif terhadap harga, sehingga penjualan turun.
Dia mengatakan, manajemen berkomitmen untuk memanfaatkan aset-aset yang tidak digunakan dengan cara menjual tanah. Dengan begitu, tahun lalu perseroan membukukan keuntungan Rp 51,5 miliar atas penjualan aset yang tidak digunakan.
Baca Juga
Hasil penjualan aset yang tidak digunakan tersebut digunakan untuk membayar di muka pinjaman angsuran jangka panjang sehingga menghasilkan biaya keuangan yang lebih rendah pada 2023.
Terkait prospek bisnis tahun ini, Adikin memperkirakan, masih menantang akibat kenaikan harga tetes tebu. Hal ini disebabkan berkurangnya pasokan akibat El Nino dan diperparah ekspor tetes tebu ke negara lain. “Kami akan terus melanjutkan rencananya untuk mendiversifikasi sumber bahan baku dan penawaran produknya, termasuk bioetanol,” papar dia.
Perseroan juga menjajaki peluang dengan mitra lain serta teknologi baru dalam produksi etanol menggunakan sumber bahan baku baru.“Tentu saja, inisiatif ini memerlukan sumber daya keuangan tambahan,” terangnya.
Grafik Saham MOLI

