Usai Listing, Xolare RCR Energy (SOLA) Kejar Pendapatan Rp 115 Miliar Tahun Ini
JAKARTA, investortrust.id – Usai melakukan pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia sebagai emiten ke 24 di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2024, PT Xolare RCR Energy (SOLA) menargetkan kenaikan pendapatan di angka Rp 115 miliar tahun ini. Pendapatan SOLA hingga periode 31 Oktober 2023 sebesar Rp 48,5 miliar.
“Kalau di Desember 2023 kita sudah Rp 83 miliar (pendapatan). Tahun ini, laba mungkin sekitar 30 miliar,” ungkap Direktur Utama SOLA Mochamad Bhadaiwi usai Seremoni Pencatatan Perdana Saham SOLA di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (8/5/2024).
Baca Juga
Ia menjelaskan lebih lanjut, pendapatan SOLA hingga periode 31 Oktober 2023 adalah sebesar Rp 48,5 miliar, sedangkan laba usaha Rp 1,92 miliar. Di sisi lain, hingga kuartal I-2024, perdagangan aspal dari SOLA telah mencapai Rp 15 miliar.
Memiliki Daya Saing
Usai mencatatkan sahamnya, SOLA optimistis grup perusahaan akan semakin memiliki daya saing untuk memenangkan kompetisi di industri pengolahan aspal atau bitumen. Hal ini juga didorong oleh integrasi dan sinergi grup yang solid, yang dapat menjadi keunggulan kompetitif bagi SOLA yang memiliki orientasi pada upaya menciptakan kelestarian lingkungan di wilayah kerja perseroan.
Selain itu, Xolare Group berkomitmen untuk melaksanakan seluruh pengelolaan dan pemantauan dampak lingkungan yang terjadi akibat aktivitas usaha, serta melakukan pengelolaan limbah. Komitmen SOLA dalam menjalankan bisnis berwawasan lingkungan juga dibuktikan melalui bisnis APE dan MBS, yang menjual aspal emulsi yang hemat bahan bakar dan ramah lingkungan.
Bahkan, saat ini, SOLA sudah menyiapkan entitas anak untuk berbisnis di bidang konstruksi solar PV untuk keperluan on-grid di perumahan dan industri, serta off-grid di wilayah yang jauh dari akses PT Perusahaan Listrik PT Xolare RCR Energy Tbk Negara (PLN). Perseroan juga sedang mencermati pengembangan bio bitumen yang merupakan aspal dari produk sampingan pengolahan minyak nabati, sehingga lebih ramah lingkungan dan sustainable.
Baca Juga
IHSG Sesi I Terkapar Ikut Bursa Asia, Saham DATA dan SOLA Cuan Jumbo
“Kebijakan penelitian dan pengembangan yang dilakukan perseoran bertujuan untuk mengembangkan produk inovatif dan mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan konstruksi. SOLA juga menetapkan area prioritas untuk kegiatan R&D, seperti peningkatan kualitas aspal, pengembangan teknologi konstruksi yang lebih efisien, dan eksplorasi bahan-bahan alternatif yang ramah lingkungan,” tambahnya.
Perusahaan pemilik brand Xolare dan Xolabit ini telah melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) sebanyak 656,25 juta lembar dengan harga pelaksanaan IPO Xolare senilai Rp110 per saham. Perseroan berhasil menggalang dana sebesar Rp 72,19 miliar.

