Topindo (TOSK) Rambah Bisnis FMCG Usai IPO, Ternyata Ini Tujuannya
JAKARTA, investortrust.id - Emiten berbasis teknologi yang baru saja listing di bursa saham, PT Topindo Solusi Komunika Tbk (TOSK) semakin mantap merambah peluang ekspansi bisnis Fast Moving Consumer Goods (FMCG).
Sebagaimana diketahui, pemilik platform Topindoku tersebut sukses mencatatkan saham perdana atau initial public offering (IPO), di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada, 7 Februari 2024, dengan kode saham TOSK.
Baca Juga
Rancang Bisnis FMCG, Topindo (TOSK) Ambisi Ekspansi ke Luar Kalimantan
Komitmen diversifikasi bisnis ini disampaikan oleh Direktur Utama PT Topindo Solusi Komunika Tbk (TOSK) Seiko Manito, dalam podcast 'Konvergensi' yang dipandu Pemimpin Redaksi investortrust.id, Primus Dorimulu, akhir pekan lalu.
Meski beranjak dari perusahaan yang berbasis teknologi, namun menurut Seiko sejak tahun 2022 Topindoku sebagai platform teknologi telah melayani penjualan berbagai produk.
"Awalnya memang kita lebih banyak produk telko seperti penjualan pulsa atau pembayaran digital lain, tetapi di 2021 ke atas telco hanya 50% sisanya berbagai produk," sebut Seiko.
Menurut Seiko, alasan Topindoku yakin untuk merambah bisnis FMCG adalah membantu pelaku UMKM bersaing dengan retail-retail modern. Ia melihat realita pelaku UMKM kesulitan bersaing akibat minim akses ke distributor.
Baca Juga
CEO Milenial Ini Bangga Antar Startup Topindo Melantai ke Bursa Saham
"Saya melihat banyak mitra-mitra di daerah mengambil stok ke grosiran kecil karena mereka tidak memiliki modal yang besar, penjualan mereka kecil, mereka tidak bisa membeli barang ke distributor langsung dengan harga yang lebih murah. Bagaimana bisa bersaing dengan minimarket kalau harga ambil awal sudah tinggi?" ungkap Seiko.
Melalui bisnis FMCG menurut Seiko, Topindoku turut membantu untuk men-supply barang dagangan kepada mitra-mitra pemilik warung dengan minimum pemesanan Rp 300.000.
"Pada dasarnya dengan Topindoku apapun produk digital yang ditawarkan oleh minimarket modern, kita bisa hadirkan. Kita tambah lagi dengan produk fisik sehingga mereka mendapatkan barang dagangan dengan harga murah," jelas Seiko.
Meningkatkan Net Profit Margin
Sementara itu, Seiko tidak membantah alasan lain dibalik langkah Topindoku bertransformasi merambah bisnis FMCG, antara lain adalah untuk meningkatkan net profit margin (NPM).
"Karena bisnis telko walaupun omzetnya besar, NPM nya di bawah 1%. Untuk meningkatkan fundamental perusahaan harus menjual produk yang untungnya lebih tinggi," terang Seiko.
Peluang tersebut menurut Seiko hadir dikarenakan mayoritas mitra Topindoku adalah berupa warung ataupun pelaku-pelaku ultramikro.
"Opsi terbaik yang bisa kita lakukan adalah menjual produk FMCG," tuturnya.

