Surya Biru Murni (SBMA) Ungkap Permintaan Acetylene dan Oxygen Naik Awal 2024
JAKARTA, investortrust.id – PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) menyebutkan peningkatan penjualan acetylene dan oxygen berlanjut sampai awal 2024. Peningkatan tersebut didukung atas pertumbuhan jumlah proyek di Kalimantan.
Direktur Utama Surya Biru Murni Acetylene Rini Dwiyanti menjelaskan, pihaknya optimistis penjualan acetylene dan oxygen bisa lanjut meningkat karena hari pencoblosan dalam Pemilu 2024 berlangsung kondusif.
Baca Juga
Surya Biru Murni (SBMA) Ungkap Lonjakan Permintaan Produk Oxygen di Kaltim
Sebagai gambaran, dia memaparkan, penjualan karbon dioksida (CO2) bergantung pada kebutuhan dari proyek di Kalimantan, yang dipercaya akan semakin meningkat setelah pemilu ini.
Perseroan mengaku sudah mulai merasakan dampak dari terealisasinya penjualan likuid CO2 pada pabrik semen yang ada di Kalimantan, seperti Kobexindo dan Indocement. Hal ini dinilai menggembirakan bagi perseroan dan pabrik semen sendiri karena semakin mudah melakukan permintaan kebutuhan barang yang berada di satu wilayah.
“Setelah terelasinya Pabrik Air Separation Plant (Pabrik ASP) baru, hasil produksinya langsung terserap ke pasar. Namun demikian kenaikannya bertahap mengalami peningkatan,” jelas Rini dalam keterangan tertulis, Senin (19/2/2023).
Guna memenuhi kebutuhan produksi, manajemen telah menambah alat kerja, seperti tabung acetylene dan truk untuk memenuhi permintaan barang yang meningkat.
“Hal dasar yang dilakukan perseroan pada awal 2024 adalah sudah membuat budget, dengan orientasi pertama meningkatkan penjualan produk likuid di pasar yang selama ini suplai barangnya kurang maksimal,” sambung Rini.
Baca Juga
Rambah Pasar di IKN, Distributor Gas (SBMA) Optimistis Catat Pendapatan Rp 123 Miliar
Dia menambahkan, saat ini perseroan sedang mengikuti beberapa tender dan sudah mendapat adendum baru dari kontrak lama dengan harga terbaru. Emiten sektor barang baku ini juga optimistis permintaan pasar akan semakin meningkat, setelah terealisasinya pembelian peralatan kerja seperti lorry tank, iso tank, truk, dan tabung.
Hal itu menyebabkan faktor keramahan dan reliabilitas meningkat jauh. Apabila hal ini dapat tersedia, manajemen meyakini penjualan produk perseroan akan ikut tumbuh.
“Untuk itu perseroan juga melakukan koordinasi kepada pemasok pengadaan alat kerja baru, untuk dapat mengirimkan alat kerja baru tersebut sampai di lokasi operasional perseroan tepat waktu,” tutup Rini. (CR-10)

