Tetapkan Harga IPO Rp 125, Startup Milik Seiko (TOSK) Raup Dana Rp 109 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – Perusahaan rintisan atau startup yang didirikan oleh Seiko Manito, PT Topindo Solusi Komunika Tbk (TOSK) menetapkan harga pelaksanaan initial public offering (IPO) Rp 125 per saham.
Harga pelaksanaan IPO tersebut merupakan angka tertinggi dari rentang harga saham yang ditawarkan dalam masa bookbuilding Rp 115 – Rp 125 per saham.
Artinya Perseroan bisa mendapat dana optimal dari IPO ini sebesar Rp 109,37 miliar. Adapun periode offering berlangsung sejak 1 Februari 2024 hingga 5 Februari 2024.
Baca Juga
CEO Milenial Ini Bangga Antar Startup Topindo Melantai ke Bursa Saham
Dalam hajatan ini, startup asal Singkawang, Kalimantan Barat tersebut menerbitkan dan menawarkan sebanyak 875 juta lembar saham dengan harga nominal Rp 10 per saham.
Jumlah saham yang diterbitkan mencerminkan sebesar 20% dari total modal disetor dan ditempatkan penuh Perseroan Pasca IPO.
Bersamaan dengan penawaran umum perdana saham, Perseroan menerbitkan sebanyak 262,50 juta Waran Seri I atau sebesar 7,50% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran.
Waran diberikan secara cuma-cuma kepada setiap pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada Tanggal Penjatahan, dengan ketentuan setiap pemegang 10 saham baru akan memperoleh tiga Waran Seri I, di mana setiap satu Waran Seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru Perseroan yang dikeluarkan dalam portepel.
Baca Juga
Lebih lanjut disebutkan Waran Seri I adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham Perseroan dengan nilai nominal Rp 10 setiap saham dengan harga pelaksanaan dengan Rp 145.
Waran Seri I dapat dilaksanakan menjadi saham Perseroan sejak 6 bulan setelah diterbitkannya dan memiliki jangka waktu berlaku Waran Seri I selama 1 tahun dari tanggal pencatatan. Adapun total hasil pelaksanaan Waran Seri I adalah sebanyak-banyaknya Rp 40,95 miliar.
Perseroan menunjuk PT MNC Sekuritas dan PT Erdikha Elit Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi dari aksi korporasi tersebut. Penjamin Pelaksana Emisi Efek menyampaikan kesanggupan penuh (full commitment) terhadap penawaran umum Perseroan.
Terkait rencana penggunaan dana hasil IPO, disebutkan setelah dikurangi biaya-biaya emisi efek, dana akan digunakan sekitar sekitar 40% untuk keperluan modal kerja Perseroan berupa pembelian persediaan produk digital seperti Produk Telekomunikasi, Voucher Game, Token, dan Payment Point Online Bank. Kemudian untuk pengembangan sistem IT (hardware dan software).
Sekitar 10% dana hasil IPO dialokasikan untuk entitas anak, yaitu TNN, dalam bentuk penyetoran modal, yang digunakan oleh TNN untuk keperluan modal kerja berupa pembelian persediaan produk retail TNN.
Sisanya sekitar 50% akan dialokasikan untuk entitas anak, yaitu TIP, dalam bentuk penyetoran modal, yang digunakan oleh TIP untuk akuisisi properti berupa tanah dan bangunan dan eperluan modal kerja TIP seperti pembayaran biaya operasional TIP seperti beban gaji, beban keamanan, dan beban umum dan administrasi.

