Persaingan Ritel Makin Ketat, Begini Target Terbaru Saham Alfamart (AMRT)
JAKARTA, investortrust.id – PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) bakal menghadapi tantangan persaingan yang makin keras di tahun 2024. Terlebih Indomaret, sebagai ‘musuh bebuyutan’ sedang gencar melakukan promosi.
Ketatnya persaingan bisnis menjadi risiko terbesar bagi saham AMRT tahun ini, untuk itu Tim Riset BNI Sekuritas menurunkan rekomendasi saham AMRT menjadi hold untuk periode 3 bulan.
Kendati begitu, untuk jangka panjang atau periode 12 bulan, rekomendasi buy dipertahankan. ‘’Risiko persaingan yang tinggi, dapat berdampak pada pendapatan AMRT pada semester I-2024. Namun demikian, kami mempertahankan buy untuk jangka 12 bulan, meskipun dengan target price berbasis PEG yang lebih rendah di Rp 2.900 per saham,’’ ujar Tim BNI Sekuritas dalam riset yang dikutip, Rabu (24/01/2024).
Baca Juga
Mulai Offering, Sumber Mineral Global (SMGA) Patok Harga IPO Rp 105 per Saham
Target price tersebut didasarkan pada rasio PEG sebesar 1,8 kali, mengimplikasikan price earning ratio (P/E) 30,8 kali di 2024, atau 0,5 standar deviasi di atas rata-rata 3 tahun.
“Mengingat asumsi SSSG (pertumbuhan rata-rata tiap toko) dan GPM (margin laba kotor) yang lebih konservatif, kami telah menyesuaikan proyeksi NP ke bawah sebesar 6%-12% untuk tahun 2023- 2025,’’ ulas BNI Sekuritas
Sementara itu, dari sisi kepemilikan saham, investor institusi asing disebut mempertahankan posisi overweight (OW) di saham ini, sementara investor lokal tetap underweight (UW) per akhir Desember 2023.
Baca Juga
Dikatakan sentimen pelaku pasar tersebut terkait dengan risiko pertumbuhan SSSG dan pendapatan yang lebih tinggi dari ekspektasi, sementara risiko penurunan terkait dengan strategi promosi yang berkepanjangan oleh Indomaret.
Diketahui Indomaret agresif melakukan promosi sejak pertengahan Oktober 2023. Di mana Indomaret menawarkan cashback hingga 15% untuk pembelian di atas Rp 60.000 di sebagian besar kategori produk, kecuali untuk susu bayi, rokok, LPG, beras, gula, dan produk virtual.
Tim Riset BNI Sekuritas menyebut promosi Indomaret akan berakibat berkurangnya jumlah pengunjung AMRT, terutama karena gerai Indomaret sering kali berdekatan dengan gerai Alfamart, yang mengakibatkan biaya peralihan yang dapat diabaikan oleh konsumen.
Selain itu, meskipun Alfamart melakukan promosi bulanan, jumlah SKU yang ditawarkan tetap lebih rendah daripada Indomaret.
‘’Untuk itu mengantisipasi SSSG, AMRT akan tetap berada di single digit rendah untuk semester I-2024, dengan pemulihan yang mungkin dapat diantisipasi pada semester II-2024, dengan asumsi promosi Indomaret tidak berlanjut tanpa batas waktu,’’ ulas BNI Sekuritas.
Oleh karena itu, BNI Sekuritas merevisi asumsi SSSG 2024 dari 5% menjadi 4%. Dengan asumsi bahwa perusahaan akan membuka 1.450 gerai baru pada 2024 (terdiri dari 1.000 Alfamart, 200 Alfamidi, dan 250 lokasi Lawson).
Ekspansi ini diyakini akan menghasilkan pertumbuhan penjualan sebesar 12% YoY, untuk itu rekomendasi buy tetap tersemat untuk periode jangka panjang.

