IHSG Dibuka Jatuh 74 Poin ke 4.955, Ikut Kejatuhan Pasar Saham Dunia
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (6/11/2026), dibuka anjlok sebanyak 74,43 poin (1,48%) kembali ke bawah level 5.000, tepatnya 4.955. Penurunan sejalan dengan kejatuhan hampir seluruh pasar saham dunia.
Penurunan juga dipengaurhi atas pelemahan seluruh sektor saham dimotori sektor material dasar lebih dari 3%. Penurunan juga melanda saham sektor energi, industry, konsumer primer, konsumer non primer, infrastruktur, property, hingga keuangan.
Baca Juga
Meski IHSG jatuh, beberapa saham ini masih berhasil catatkan penguatan, yaitu ITMA naik 20,90% menjadi Rp 1.215, HDFA naik 18,52% menjadi Rp 96, AIMS naik 22,34% menjadi Rp 1.145, dan KOCI naik 16,07% menjadi Rp 65.
Kemarin, IHSG ditutup melesat sebanyak 110,49 poin (2,25%) mencapai 5.030 disertai dengan pemodal asing berbalik merealisasikan penjualan bersih (net sell) bernilai Rp 65,54 miliar. Net sell terbanyak melanda saham BBRI senilai Rp 176,30 miliar, BMRI senilai Rp 171,77 miliar, dan ARCI bernilai Rp 51,76 miliar.
Baca Juga
Harga Emas Antam (ANTM) Naik Rp 8.000, 'Buyback' Tembus Rp 2,370 Juta
Penguatan IHSG didukung atas kenaikan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar 3,78%, sektor industry 2,81%, konsumer non primer naik 2,43%, konsumer primer naik 1,06%, sektor keuangan menguat 1,35%, sektor kesehatan naik 1,12%, energi menguat 0,38%, sektor infrastruktur naik 0,18%, sektor property naik 0,72%, dan sektor transportasi 0,05%.
Sejalan dengan lompatan tersebut, saham berikut catatkan penguatan pesat, yaitu BAJA naik 34,72% menjadi Rp 194, BELL naik 34,55% menjadi Rp 74, MKNT naik 33,33% menjadi Rp 32, UVCR naik 32,48% menjadi Rp 208, MSKY naik 25,93% menjadi Rp 34, BELL naik 30,91% menjadi Rp 72, AGAR naik 25% menjadi Rp 1.250, YUPI naik 24,73% menjadi Rp 1.135, dan AIMS naik 24,50% menjadi Rp 940.
