IHSG Sesi I Ditutup Anjlok Signifikan 2,62% ke Bawah 5.000, Saham Big Bank Berguguran
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (3/11/2026), ditutup jatuh parah sebanyak 133,77 poin (2,62%) menjadi 4.963,06. Penurunan jumbo justru terjadi saat mata uang Rupiah menguat terhadap mata uang dunia.
Penurunan tersebut juga dipicu atas kejatuhan sejumlah saham yang memiliki bobot besar terhadap IHSG, seperti saham BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI. Tekanan juga datang dari penurunan saham TLKM, BRPT, ASII, hingga PTRO.
Baca Juga
LRT Jabodebek 'Fogging' Sejumlah Area Operasional Cegah Penyebaran DBD
Secara sectoral terjadi penurunan, sektor material dasar jatuh 3,97%, sektor industry turun 3,81%, sektor energi melemah 3,51%, sektor infrastruktur anjlok 3,08%, sektor konsumer non primer melemah 1,50%, sektor konsumer primer melemah 2,41%, sektor kesehatan turun 1,68%, sektor keuangan turun 1,61%, sektor property melemah 2,38%, sektor transportasi melemah 2,23%, dan sektor teknologi melemah 0,81%.
Meski IHSG jatuh, beberapa saham berikut masih berhasil catatkan lompatan harga, seperti TMPO naik 28,74% menjadi Rp 224, MKNT naik 28,57% menjadi Rp 18, KICI naik 26,32% menjadi Rp 240, AIMS naik 24,49% menjadi Rp 605, danBSWD melesat 19,81% menjadi Rp 9.675.
Kemarin, IHSG ditutup menguat 39,78 poin (0,79%) menjadi 5.096,83 disertai dengan pemodal asing melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 112,48 miliar, terbanyak disumbangkan BMRI senilai Rp 157,88 miliar, BBCA mencapai Rp 116,14 miliar, dan AADI mencapai Rp 109,54 miliar.
Baca Juga
Jangan Sampai Terlewat! Pendaftaran MagangHub Batch 3 Ditutup 4 November 2026
Kenaikan indeks kemarin ditopang penguatan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar naik 2,12%, sektor energi naik 1,53, sektor infrastruktur naik 1,40%, %, sektor industry naik 0,76%, dan sektor keuangan naik 0,39%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor kesehatan 0,64%, sektor property turun 0,22%, sektor teknologi melemah 0,16%, dan sektor transportasi turun 0,12%.
Adapun saham dengan kenaikan signifikan, yaitu saham DFAM naik 33,93% menjadi Rp 75, MKNT naik 27,27% menjadi Rp 14, ROCK naik 24,73% menjadi Rp 2.270, AKPI naik 24,51% menjadi Rp 635, dan BLTA menguat 17,86% menjadi Rp 33.
