Laba Indika Energy (INDY) Meroket 200,3% Jadi US$ 42 Juta hingga September 2026
JAKARTA, investortrust.id – PT Indika Energy Tbk (INDY) mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 200,3% sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan dan perbaikan laba kotor perseroan hingga akhir September 2026.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 September 2026 yang belum diaudit, Indika Energy membukukan laba bersih periode berjalan sebesar US$ 42,01 juta, melonjak 200,3% dibandingkan US$13,99 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik signifikan menjadi US$20,21 juta, dibandingkan US$ 479,12 ribu pada sembilan bulan pertama 2025.
Baca Juga
Laba Barito Pacific (BRPT) Ambles 60,74% per September 2026, Ini Pemicunya
Kinerja positif tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan konsolidasi perseroan. Hingga September 2026, Indika Energy (INDY) mengantongi pendapatan US$1,84 miliar, meningkat 27,68% dibandingkan US$1,44 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Seiring kenaikan pendapatan, laba kotor INDY tumbuh lebih tinggi, yakni 44,59% menjadi US$280,13 juta dari sebelumnya US$193,74 juta.
Peningkatan laba kotor tersebut berhasil dicapai meskipun beban pokok kontrak dan penjualan naik dari US$1,25 miliar menjadi US$1,56 miliar. Dari sisi operasional lainnya, bagian laba bersih entitas asosiasi dan ventura bersama meningkat menjadi US$11,03 juta dari US$8,65 juta. Sementara itu, beban penjualan, umum, dan administrasi tercatat US$124,19 juta, naik dibandingkan US$112,76 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga
Tragedi Oktober di BEI! Rp 1.833 Triliun Kapitalisasi Pasar Menguap, Asing Kabur Rp 17 Triliun
Di sisi lain, pendapatan investasi INDY mengalami penurunan cukup tajam menjadi US$2,57 juta dari US$20,03 juta. Adapun beban keuangan tercatat US$51,64 juta, dibandingkan US$53,40 juta pada September 2025. Dengan perkembangan tersebut, Indika Energy membukukan laba sebelum pajak sebesar US$89,75 juta hingga September 2026. Angka ini meningkat 91,95% dibandingkan US$46,76 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Setelah memperhitungkan beban pajak sebesar US$47,74 juta, perseroan tetap mampu mencatatkan laba bersih periode berjalan sebesar US$42,01 juta. Selain pertumbuhan laba, total penghasilan komprehensif periode berjalan INDY juga melonjak menjadi US$52,46 juta, jauh lebih tinggi dibandingkan US$974,66 ribu pada sembilan bulan pertama 2025.
