Reliance Sekuritas Rekomendasi Beli 4 Saham, Ada DSSA hingga TPIA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (30/10/2026), diproyeksikan lanjutkan pelemahan dengan kisaran pergerakan 5.013- 5.186. Empat saham DSSA, ERAA, TPIA, dan SMRA layak direkomendasikan beli.
Reliance Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa secara teknikal candle pattern menunjukkan IHSG bearish belt hold dan indikator stochastic menggambarkan death cross. Pola ini membuka peluang berlanjutnya penurunan IHSG.
Baca Juga
Target Harga Saham Bank Jago (ARTO) Dipangkas Saat Laba Naik, Ini Pemicunya
Laju indeks juga akan dipengaruhi penurunan pasar saham Wall Street semalam setelah laporan keuangan saham teknologi dan AI memicu kekhawatiran mengenai keberlanjutan lonjakan investasi. Pasar saham Asia juga dibuka turun dalam pagi ini.
Terkait saham pilihan, Reliance Sekuritas merekomendasikan beli saham DSSA dengan target harga Rp 790, ERAA dengan target harga Rp 580, TPIA dengan target harga Rp 1.520, dan SMRA dengan target harga Rp 272.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 184,25 poin (3,49%) menjadi 5.098 disertai dengan investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 1,07 triliun. Net sell saham terbanyak disumbangkan saham BBCA senilai Rp 503,49 miliar, BBRI mencapai Rp 164,50 miliar, dan BMRI mencapai Rp 155,86 miliar.
Baca Juga
Penurunan indeks hari ini dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, khususnya big cap. Di antaranya, saham BBCA ditutup jatuh lebih dari 6,35% ke bawah Rp 5.000, BBRI jatuh 3,77%, BMRI turun 3,13%, AMMN anjlok 4,10%, dan ASII jatuh 6,20. Kejatuhan juga melanda semua saham emiten Prajogo Pangestu, seperti BREN, TPIA, BRPT, hingga CUAN.
Pelemahan juga dipengaruhi kejatuhan seluruh sektor saham, sektor energi jatuh 3,29%, sektor material dasar melemah 4,53%, sektor industry turun 4,64%, sektor infrastruktur melemah 4,24%,sektor konsumer non primer turun 2,19%, sektor konsumer primer melemah 2,54%, sektor kesehatan melemah 1,89%, sektor keuangan turun 1,89%, sektor keuangan turun 2,22%, sektor property melemah 2,22%, sektor teknologi jatuh 2,40%, dan sektor transportasi turun 0,70%.
Meski IHSG anjlok parah ke bawah 5.100, saham ALKA masih berhasil melesat hingga auto reject atas (ARA) dengan penguatan 24,86% menjadi Rp 4.420 dan YPAS naik 24,85% menjadi Rp 1.055. TMAS naik 15,45% menjadi Rp 127, KJEN menguat 12,50% menjadi Rp 126, dan MKNT Menguat 11,11% menjadi Rp 10.
