Investor Asing Berlomba-lomba Cabut dari BBCA dan BBRI, Net Sell Melonjak Jadi Rp 3,34 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing berlomba-lomba keluar dari pasar saham Indonesia ditunjukkan dengan torehan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 3,34 triliun, seiring dengan kejatuhanndeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/10/2026), sebanyak 678,68 poin (11,57%) menjadi 5.185. Level tersebut menjadi yang terendah sejak Oktober 2026 dan menjadi penurunan terbesar terhitung sejak krisis moneter tahun 1998..
Net sell terbanyak disumbangkan saham BBCA mencapai Rp 2,32 triliun, disusul saham BBRI mencapai Rp 1,14 triliun, dan BMRI senilai Rp 686,01 triliun. Net sell lainnya melanda saham ANTM sebanyak Rp 137,79 miliar, dan TLKM senilai Rp 90,22 miliar.
Baca Juga
MSCI Bisa Tekan Pasar SBN, Analis Rekomendasikan Akumulasi Bertahap Tenor Pendek
Sebaliknya lima saham dengan torehan pembelian bersih (net buy) terbanyak melanda saham GOTO senilai Rp 288,32 miliar. Saham INDF juga catatkan net buy sebanyak Rp 75,65, EMAS mencapai Rp 58,60 miliar, BRPT senilai Rp 57,83 miliar, dan ENRG mencapai Rp 57,78 miliar.
Penurunan IHSG BEI berbanding terbalik dengan pasar saham dunia yang tengah dilanda penguatan pesat. Penurunan indeks juga sejalan dengan kejatuhan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ke atas level Rp 18.000.
Penurunan ini juga sejalan dengan kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar anjlok 13,36%, sektor infrastruktur turun 13%, sektor kesehatan jatuh 13,16%, sektor industry melemah 11,89%, sektor energi turun 11,39%, sektor konsumer primer melemah 11,12%, sektor konsumer non primer anjlok 10,11%, sektor transportasi turun 10,91%, sektor property melemah 9,63%, sektor keuangan melemah 8,98%, dan sektor teknologi turun 8,88%.
Baca Juga
Penurunan tajam IHSG sejalan dengan kejatuhan mayoritas saham big cap hingga auto reject bawah (ARB), seperti BBCA, BBRI, BREN, BMRI, TPIA, ASII, TLKM, dan MORA. Saham ASII dan DCII tidak terkena ARB. Sebaliknya saham BYAN justru menguat. Penurunan tajam IHSG hari ini dipicu usulan MSCI untuk memasukkan standalone market Indonesia. Hal ini memicu pasar saham BEI dibuka langsung terkena trading halt pagi ini.
Adapun tiga saham berikut justru berhasil menguat dengan catatkan auto reject atas (ARA), seperti saham BSWD naik 25% menjadi Rp 5.625, ABDA melesat 24,93% menjadi Rp 4.710, dan TRUK naik 24,81% menjadi Rp 3.220. Lompatan juga melanda saham PTSP sebanyak 20,72% menjadi Rp 2.010.
Kemarin, IHSG ditutup turun signifikan 63,24 poin (1,33%) menjadi 5.863. Sebaliknya pemodal asing justru mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 567,96 miliar. Net buy terbanyak melanda saham BBCA senilai Rp 286,10 miliar, BBRI mencapai Rp 90,73 miliar, dan ENRG senilai Rp 72,32 miliar.
