Prodia (PRDA) Bakal Stock Split 1:5, Simak Jadwal Lengkapnya
JAKARTA, investortrust.id – PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) berencana menggelar pemecahan nilai nominal saham atau stock split dengan rasio 1:5. Melalui aksi korporasi ini, nilai nominal saham PRDA akan turun dari Rp 100 menjadi Rp 20 per saham, dengan perdagangan saham hasil stock split dijadwalkan mulai 18 Desember 2026.
Manajemen PRDA dalam penjelasan resminya Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (15/10/2026), stock split Prodia bertujuan membuat harga saham lebih terjangkau bagi investor ritel. Perseroan juga berharap aksi korporasi ini dapat meningkatkan frekuensi dan volume perdagangan saham.
Baca Juga
IHSG Bertahan di 5.800, Selanjutnya Rebound ke 6.030 atau Anjlok ke 5.715?
Manajemen PRDA menilai, penyesuaian nilai nominal saham dapat memperluas partisipasi investor melalui nilai investasi awal yang lebih terjangkau. Langkah tersebut juga diharapkan meningkatkan daya tarik saham perseroan dan mendukung aktivitas perdagangan di pasar modal.
Melalui stock split dengan rasio 1:5, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh PRDA akan meningkat dari 937,5 juta saham menjadi 4,6875 miliar saham.
Meski jumlah saham bertambah lima kali lipat, aksi korporasi ini tidak mengubah nilai total investasi maupun persentase kepemilikan masing-masing pemegang saham.
Baca Juga
Prodia Widyahusada (PRDA) Tambah ‘Buyback’ Rp 150 Miliar, Ini Alasannya
Aksi korporasi tersebut akan direalisasikan setelah meraih persetujuan pemegang saham atas pelaksanaan stock split melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 23 November 2026. Pemegang saham yang berhak menghadiri RUPSLB tersebut adalah investor yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 29 Oktober 2026.
Apabila memperoleh persetujuan pemegang saham dan izin pencatatan saham dari BEI, perdagangan saham PRDA dengan nilai nominal lama di pasar reguler dan pasar negosiasi dijadwalkan berakhir pada 17 Desember 2026. Selanjutnya, perdagangan saham PRDA dengan nilai nominal baru Rp20 per saham di pasar reguler dan pasar negosiasi dijadwalkan dimulai pada 18 Desember 2026.
Adapun, saham PRDA telah melesat 45,65% sepanjang year to date (ytd). Adapun hari ini, saham PRDA ditutup menguat 40 poin atau 1,21% ke level Rp3.350. Dalam sepekan, saham Prodia menguat 11,3%.
