IHSG Bertahan di 5.800, Selanjutnya Rebound ke 6.030 atau Anjlok ke 5.715?
Poin Penting
|
JAKARTA, investotrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada dalam tekanan jual dan terancam melanjutkan koreksi menuju level 5.715. Secara teknikal, indeks menghadapi area support penting di kisaran 5.800–5.830 yang akan menentukan peluang pembentukan titik dasar atau berlanjutnya tren penurunan.
Berdasarkan grafik harian per 15 Oktober 2026, IHSG ditutup di level 5.863,78. Posisi tersebut menunjukkan indeks masih bergerak dekat dengan area support setelah gagal mempertahankan tren penguatan yang terbentuk sejak akhir Juni 2026.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata menjelaskan bahwa pergerakan IHSG secara teknikal menunjukkan kecenderungan bearish dalam jangka pendek. Setelah sempat menyentuh area 6.700 pada awal September, indeks berbalik arah dan terus bergerak turun di tengah dominasi tekanan jual.
Baca Juga
IHSG Ditutup Jatuh 1,33% ke 5.863, Sebaliknya 5 Saham Ini Cetak ARA Dipimpin AKKU
Pelemahan IHSG juga membuat indeks bergerak di bawah sejumlah indikator moving average (MA), termasuk MA10, MA20, dan MA50. Kondisi ini mengindikasikan momentum pergerakan indeks masih relatif lemah, sementara upaya pemulihan belum memperoleh konfirmasi yang kuat.
Liza memaparkan, area 5.800–5.830 menjadi level support penting yang perlu dicermati investor. Kemampuan IHSG bertahan di zona tersebut berpotensi membuka peluang terjadinya technical rebound.
Jika tekanan jual mereda dan support mampu dipertahankan, IHSG berpeluang kembali menguji level psikologis 6.000 hingga 6.030. Peluang pemulihan tersebut juga didukung indikator Relative Strength Index (RSI) 14 yang berada di sekitar level 30,31. Posisi RSI ini menunjukkan momentum penurunan IHSG telah membawa indeks mendekati wilayah jenuh jual (oversold).
Selain itu, terdapat indikasi positive divergence pada RSI, yakni kondisi ketika pergerakan harga cenderung melemah, tetapi indikator RSI menunjukkan pola pelemahan yang tidak sejalan. Sinyal tersebut membuka peluang terjadinya pembalikan arah dalam jangka pendek. Namun, Liza mengingatkan bahwa divergensi RSI belum cukup untuk memastikan IHSG telah mencapai titik terendahnya.
“Konfirmasi dari pergerakan harga dan kemampuan indeks bertahan di area support masih diperlukan,” tulis Liza pada Kamis (15/10/2026).
Waspadai Turun ke 5.715
Di tengah tekanan jual yang masih membayangi, pertanyaan utama adalah apakah IHSG mampu membentuk dasar koreksi di sekitar level 5.800 atau justru melanjutkan penurunan untuk menguji area 5.715.
Liza menyoroti keberadaan garis support yang sejajar dengan resistance upper channel serta indikasi positive divergence pada RSI. Kedua sinyal tersebut memberikan harapan bahwa IHSG mulai mendekati titik dasar koreksi.
“Garis-garis support yang paralel dengan resistance upper channel, suggesting ada semacam bantalan di titik low today 5.830. Plus saat RSI showing positive divergence. Indikasi ini membuat investor berharap that this is the bottom,” ujar Liza.
Baca Juga
IHSG Sesi I Terjun Bebas ke 5.814, Analis Ungkap Biang Keroknya
Meski demikian, sinyal teknikal tersebut belum menjamin indeks telah mencapai titik terendah. Jika IHSG gagal mempertahankan support di kisaran 5.800–5.830, tekanan jual berpotensi berlanjut dan membawa indeks menguji level 5.715.
Dengan demikian, terdapat dua skenario utama yang perlu dicermati investor. Pertama, IHSG bertahan di area support dan mengalami technical rebound menuju 6.000–6.030. Kedua, indeks melanjutkan koreksi untuk menguji area 5.715.
Dalam skenario penurunan, kisaran 5.700–5.800 menjadi area yang perlu diperhatikan sebagai potensi titik dasar IHSG dalam fase koreksi kali ini. Namun, risiko pelemahan lebih lanjut tetap perlu diantisipasi apabila level support gagal bertahan.
Baca Juga
Isi Kursi Kosong Wamen Imipas, Prabowo Tunjuk Advokat Senior Maulana Bungaran
Menghadapi kondisi pasar tersebut, Liza menyarankan investor untuk bersikap hati-hati dan menunggu konfirmasi arah pergerakan indeks. “Advice wait and see,” ungkapnya.
Investor disarankan mencermati respons IHSG di area support 5.800–5.830 sebelum mengambil keputusan investasi, sembari mengantisipasi peluang rebound menuju 6.030 maupun risiko koreksi lanjutan ke 5.715.
