IHSG Ditutup Jatuh 2,59% ke Level Terendah dalam Tiga Bulan Terakhir, Semua Sektor Saham Anjlok
JAKARTA, investortrust.id –Penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (12/10/2026), ditutup turun signifikan sebanyak 157,61 poin (2,59%) ke bawah level 6.000, tepatnya level 5.936,15. Rentang pergerakan 5.917-6.128 dengan nilai transaksi Rp 12,36 triliun.
Level IHSG ini tercatat yang terendah dalam tiga bulan terakhir atau terhitung sejak 3 Juli 2026. Tekanan terbesar datang dari kejatuhan saham-saham big cap, seperti DSSA jatuh 14,60% menjadi Rp 965, BREN jatuh 11,48% menjadi Rp 2.390, TPIA jatuh 10,15% menjadi Rp 1.505, BBCA jatuh 1,65% ke level terendah baru dalam tiga bulan terakhir Rp 5.950. Penuruan tajam juga melanda saham BYAN, MORA, SINI, JARR, TINS, hingga INDY.
Baca Juga
Cisadane (CSRA) Tebar Dividen Interim Rp 30,75 Miliar, Intip Jadwalnya
Penurunan IHSG juga dipicu kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor energi turun 5,88%, sektor industry melemah 5,20%, sektor infrastruktur melemah 4,72%, sektor transportasi melemah 3,44%, sektor material dasar turun 2,96%, sektor teknologi jatuh 2,88%, sektor konsumer primer melemah 2,23%, sektor property melemah 1,34%, sektor keuangan jatuh 0,98%, dan sektor konsumer non primer melemah 0,93%.
Meski IHSG ditutup terjerembab, tiga saham berikut berhasil cetak kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham BIKE naik 24,77% menjadi Rp 2.670, TFCO cetak kenaikan 24,76% menjadi Rp 1.285, dan ZONE melesat 24,62% menjadi Rp 810. Kenaikan pesat juga melanda saham IFSH sebanyak 19,31% menjadi Rp 2.410 dan MINE naik 17,65% menjadi Rp 320.
Akhir pekan lalu, IHSG ditutup rebound sebanyak 62,48 poin (1,04%) menjadi 6.093 disertai dengan pembelian bersih saham di seluruh pasar Rp 29,63 miliar oleh pemodal asing. Net buy tersebut ditopang adanya transaksi pasar negosiasi saham INPP senilai Rp 119,21 miliar.
Baca Juga
Kenaikan tersebut ditopang penguatan seluruh sektor saham, seperti material dasar naik 1,67%, sektor industry menguat 1,51%, sektor konsumer non primer 1,02%, sektor infrastruktur naik 1,15%, sektor transportasi menguat 1,08%, sektor energi naik 0,71%, sektor konsumer primer menguat 0,86%, sektor kesehatan naik 0,69%, sektor keuangan menguat 0,79%, dan sektor teknologi naik 0,60%. Sebaliknya sektor property turun 0,16%.
Kenaikan tersebut juga sejalan dengan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Kenaikan juga ditopang penguatan sejumlah saham big cap, seperti EMAS naik 5,19%, MBSS menguat 15%, GGRM naik 6,04%, AMMN naik 4,01%, DSSA naik 2,73%. Kenaikan juga ditopang penguatan saham 4 big bank dan saham emiten Prajogo Pangestu.
Adapun saham dengan kenaikan harga paling pesat hari ini, yaitu saham STRK menguat 33,87% menjadi Rp 83, TCPI menguat 25% menjadi Rp 1.625, SOSS naik 25% menjadi Rp 1.200, TFCO menguat 24,85% menjadi Rp 1.030, BIKE menguat 24,78% menjadi Rp 2.140, dan MAPB naik 24,77% menjadi Rp 1.335.
