IHSG Sesi I Ditutup Jatuh 1,94% ke 5.975, Semua Sektor Saham Anjlok Dipimpin Energi
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (12/10/2026), ditutup jatuh sebanyak 117,98 poin (1,94%) ke level 5.975. Penurunan tersebut berbanding terbalik dengan pasar saham Asia yang masih catatkan kenaikan.
Penurunan indeks dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor energi turun 3,57%, sektor infrastruktur turun 3,33%, sektor material dasar jatuh 2,77%, sektor industry melemah 2,39%, sektor konsumer primer 1,74%, sektor transportasi 1,81%. Penurunan juga melanda saham sektor teknologi 0,80%, sektor property 0,86%, sektor keuangan 0,96%, sektor kesehatan 0,80%, dan sektor konsumer non primer 0,49%.
Penurunan tajam juga terpengaruh penurunan seluruh saham emiten Prajogo Pangestu, seperti BREN, TPIA, BRPT, CUAN, hingga PTRO. Pelemahan juga melanda saham DSSA, AMMN, hingga seluruh saham big bank.
Baca Juga
Pasokan Rumah Australia Berpotensi Kurang 262.000 Unit hingga 2029
Meski IHSG ditutup jatuh, tiga saham berikut berhasil cetak kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham BIKE naik 24,77% menjadi Rp 2.670, TFCO cetak kenaikan 24,76% menjadi Rp 1.285, dan MLPT naik 24,59% menjadi Rp 1.140. Kenaikan juga melanda saham IFSH sebanyak 20,30% menjadi Rp 2.430 dan STRK naik 15,66% menjadi Rp 96.
Akhir pekan lalu, IHSG ditutup rebound sebanyak 62,48 poin (1,04%) menjadi 6.093 disertai dengan pembelian bersih saham di seluruh pasar Rp 29,63 miliar oleh pemodal asing. Net buy tersebut ditopang adanya transaksi pasar negosiasi saham INPP senilai Rp 119,21 miliar.
Kenaikan tersebut ditopang penguatan seluruh sektor saham, seperti material dasar naik 1,67%, sektor industry menguat 1,51%, sektor konsumer non primer 1,02%, sektor infrastruktur naik 1,15%, sektor transportasi menguat 1,08%, sektor energi naik 0,71%, sektor konsumer primer menguat 0,86%, sektor kesehatan naik 0,69%, sektor keuangan menguat 0,79%, dan sektor teknologi naik 0,60%. Sebaliknya sektor property turun 0,16%.
Baca Juga
Astra (ASII) Mau Borong 4,947% Saham AUTO Lewat Tender Sukarela
Kenaikan tersebut juga sejalan dengan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Kenaikan juga ditopang penguatan sejumlah saham big cap, seperti EMAS naik 5,19%, MBSS menguat 15%, GGRM naik 6,04%, AMMN naik 4,01%, DSSA naik 2,73%. Kenaikan juga ditopang penguatan saham 4 big bank dan saham emiten Prajogo Pangestu.
Adapun saham dengan kenaikan harga paling pesat hari ini, yaitu saham STRK menguat 33,87% menjadi Rp 83, TCPI menguat 25% menjadi Rp 1.625, SOSS naik 25% menjadi Rp 1.200, TFCO menguat 24,85% menjadi Rp 1.030, BIKE menguat 24,78% menjadi Rp 2.140, dan MAPB naik 24,77% menjadi Rp 1.335.
