Kabar Terbaru FTSE Russell: Indonesia Tetap di Emerging Market, IHSG malah Berbalik Turun
JAKARTA, investortrust.id – FTSE Russell mempertahankan status Indonesia sebagai secondary emerging market atau pasar berkembang sekunder. Namun, FTSE Russell masih memantau penerapan dan efektivitas reformasi pasar modal Indonesia menjelang evaluasi indeks pada Desember 2026.
“Status Indonesia sebagai Secondary Emerging Market tetap tidak berubah,” tulis FTSE Russell dalam pengumuman resminya.
Meski status Indonesia tidak berubah, FTSE Russell masih mencermati perkembangan reformasi terkait integritas pasar modal Indonesia. Pemantauan tersebut dilakukan setelah sejumlah perubahan indeks untuk Indonesia ditunda dalam evaluasi pada Maret, Juni, dan September 2026.
Baca Juga
Harga Saham Boleh Rp 1, Bos BEI Optimistis MSCI-FTSE Beri Respons Positif
Indonesia telah menerapkan sejumlah reformasi pasar modal, antara lain peningkatan keterbukaan informasi pemegang saham, perluasan kategori klasifikasi investor, ketentuan minimum saham yang beredar di publik, serta penguatan perangkat pengawasan pasar.
Berbagai reformasi tersebut ditujukan untuk mengatasi sejumlah kekhawatiran yang sebelumnya teridentifikasi terkait transparansi data dan kemampuan pelaku pasar dalam mereplikasi indeks.
FTSE Russell akan terus memantau penerapan dan efektivitas berbagai reformasi tersebut. Selain itu, FTSE Russell juga akan menghimpun masukan dari pelaku pasar. Selanjutnya, FTSE Russell akan memberikan pembaruan terkait perlakuan terhadap sekuritas Indonesia sebelum evaluasi indeks Desember 2026.
Baca Juga
Transaksi Nego Saham BYAN Rp 26,1 Triliun, Haji Isam Resmi Jadi Pemegang Saham?
Adapun indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (7/10/2026), ditutup berbalik turun 34,15 poin (0,55%) menjadi 6.158. Penurunan tersebut berbanding terbalik dengan pembukaan pagi ini dengan kenaikan 17,49 poin (0,28%).
Penurunan IHSG sejalan dengan pelemahan mayoritas bursa saham Asia dan pelemahan nilai tukar rupiah. Rentang pergerakan IHSG sepanjang sesi I 6.146-6.214 dengan nilai transaksi Rp 4,64 triliun. Saham penekan indeks datang dari kejatuhan saham BYAN 6,32%, UNTR turun 2,98%, MORA turun 3,33%, MBSS melemah 4,55%, dan DSSA turun 2,58%.
