Usai Pengumuman Dividen Interim, Astra Agro Lestari (AALI) Siapkan Dana Rp 400 Miliar untuk Aksi Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) akan melaksanakan pembelian kembali saham (buyback) dengan menyiapkan dana hingga Rp400 miliar. Buyback saham AALI akan berlangsung selama tiga bulan, mulai 2 Oktober hingga 28 Desember 2026.
Manajemen AALI dalam pengumuman resminya menyebutkan bahwa perseroan akan menggunakan dana internal untuk membiayai aksi korporasi tersebut, bukan berasal dari pinjaman maupun dana hasil penawaran umum. Dalam pelaksanaan pembelian kembali saham, jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan dan jumlah saham free float tidak akan menjadi kurang dari 15%.
Baca Juga
Astra Agro Lestari (AALI) Percepat Replanting untuk Tingkatkan Produktivitas Sawit
Astra Agro (AALI) menyatakan pelaksanaan pembelian kembali saham tidak memiliki dampak negatif yang material terhadap kinerja keuangan dan kegiatan usaha Perseroan. Aksi ini juga diharapkan tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kinerja operasional dan pendapatan, karena AALI memiliki modal dan arus kas yang cukup untuk membiayai pembelian kembali saham sekaligus mendukung kegiatan usaha.
Setelah periode pembelian kembali saham berakhir, Perseroan berencana menyimpan saham yang telah dibeli kembali untuk dikuasai sebagai saham treasuri. Selanjutnya, AALI akan melakukan pengalihan atas saham hasil pembelian kembali dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Perseroan sebelumnya telah menetapkan dividen tunai interim tahun buku 2026 senilai Rp 449,02 miliar. Nilai dividen tersebut setara dengan Rp 233 per saham. Aksi ini sesuai dengan keputusan direksi dan telah mendapatkan persetujuan dewan komisaris perseroan.
Baca Juga
United Tractors (UNTR) Bagikan Dividen Rp 430 per Saham, Astra (ASII) Terima Rp 954 Miliar
Perseroan telah menetapkan cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 8 Oktober 2026. Adapun pembayaran dividen akan dilaksanakan pada 26 Oktober 2026.
Pembagian dividen interim ini didasarkan data keuangan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp 1,09 triliun pada semester I-2026. Begitu juga dengan total saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya mencapai Rp 18,99 triliun.
