Telkom (TLKM) Kantongi Restu 'Spin-Off' InfraCo ke InfraNexia
Poin Penting
|
JAKARTA, imvestortrust.id - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) resmi menyetujui pemisahan sebagian segmen usaha (spin-off) Wholesale Fiber Connectivity (InfraCo) ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF) atau InfraNexia.
Persetujuan tersebut diperoleh dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Telkom yang digelar di The Telkom Hub, Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Direktur Utama TLKM Nanang Hendarno mengatakan persetujuan tersebut menjadi landasan bagi Telkom Group untuk merampungkan proses pemisahan. Aksi korporasi ini merupakan bagian dari implementasi strategi TLKM30, khususnya pilar unlocking value untuk memonetisasi aset bernilai tinggi dan mengoptimalkan pengelolaannya.
“Inisiatif ini merupakan bagian dari implementasi strategi TLKM30 yaitu pilar ketiga tentang unlocking value untuk memonetisasi aset bernilai tinggi serta mengoptimalkan pengelolaan guna meningkatkan nilai dan peluang pertumbuhan lebih besar melalui InfraNexia,” kata Nanang dalam konferensi pers Spin-Off InfraCo Tahap 2 di The Telkom Hub, Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Seiring dengan transformasi tersebut, InfraNexia terus mencatatkan pertumbuhan bisnis yang positif, memperluas kolaborasi dengan pelanggan eksternal, serta meningkatkan operational excellence melalui penguatan tata kelola, peningkatan kualitas layanan, dan eksekusi model operasi yang semakin efektif.
Baca Juga
Jadi Bos Baru Telkom (TLKM), Nanang Hendarno Bakal Percepat Program Ini
Capaian pada tahap pertama tersebut menjadi landasan bagi Telkom untuk melanjutkan perjalanan transformasi melalui Spin-Off InfraCo Tahap 2 dengan nilai transaksi mencapai Rp 49,9 triliun.
Nanang juga mengatakan lebih dari 90% aset infrastruktur jaringan Telkom kini resmi dikelola oleh InfraNexia. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang bagi perseroan untuk meningkatkan utilisasi aset, memperluas infrastructure sharing dan kepentingan strategis, serta membuka akses bagi lebih banyak pelaku industri di Indonesia.
“Dengan lebih dari 90% aset infrastruktur jaringan Telkom yang kini resmi dikelola InfraNexia, kami melihat peluang yang semakin besar untuk meningkatkan utilisasi asetnya, memperluas infrastruktur sharing dan kepentingan strategis serta membuka akses bagi banyak pelaku industri di Indonesia sebagai upaya untuk mempercepat pemerataan konektivitas digital di Indonesia,” terang dia.
Nanang menjelaskan langkah tersebut juga menjadi bagian dari transisi Telkom dari operating holding menjadi strategic holding dengan model holding company (holdco) dan operating company (opco).
“Melalui struktur yang semakin fokus, kami ingin memberikan ruang bagi masing-masing entitas untuk mengembangkan bisnisnya secara lebih agile dengan lini usaha yang terkonsentrasi, sementara Telkom dapat lebih mempertajam peran strategis seperti penguatan tata kelola dan sinergi penciptaan nilai di tingkat grup,” tutur Nanang.
Ke depan, Telkom berharap InfraNexia dapat menjadi salah satu katalis sumber pendapatan Telkom Group, menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi terhadap kinerja dan penciptaan nilai bagi pemegang saham.
