IHSG Ditutup Anjlok 1,51% Awal Pekan Ini, Sebaliknya 10 Saham Berharga di Bawah ‘Gocap’ Ini Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin 928/9/2026), ditutup anjlok sebanyak 94,03 poin (1,51%) menjadi 6.147. Rentang pergerakan 6.140-6.241 dengan nilai transaksi tipis Rp 8,97 triliun.
Penurunan dipicu atas pelemahan mayoritas sektor saham, seperti sektor teknologi 4,46%, material dasar melemah 3,33%, infrastruktur 2,33%, konsumer primer 2,04%, keuangan 1,19%, sektor property 1,60%, sektor konsumer non primer 0,98%, sektor kesehatan 0,66%, dan sektor industry 0,32%. Sebaliknya kenaikan tipis melanda saham sektor energi 0,04% dan transportasi 0,47%. Pelemahan juga sejalan dengan kejatuhan rupiah menuju level Rp 18.000.
Baca Juga
Prabowo Gelar Rapat Bahas Biaya Haji 2027, Diprediksi Bakal Naik
Penurunan juga dipicu kejatuhan sejumlah saham big cap, seperti GOTO anjlok 14% menjadi Rp 43, INCO anjlok 5,98%, MORA turun 5,01%, dan AMMN melemah 4,03%. Penurunan juga dipicu atas kejatuhan saham emiten Haji Isam, seperti TEBE, JARR, PACK, FAST, dan PGUN.
Sebaliknya saham berharga di bawah Rp 50 atau ‘gocap’ berhasil catatkan kenaikan harga paling pesat hari ini, yaitu saham TAMU naik 34,62%, BLTA naik 34,38% menjadi Rp 43, MIRA naik 33,33% menjadi Rp 32, VIVA naik 33,33% menjadi Rp 48, PPRO naik 33,33% menjadi Rp 20, PBRX naik 33,33% menjadi Rp 32, ANDI naik 31,82% menjadi Rp 29, BEKS naik 31,82% menjadi Rp 29, TAXI naik 27,27% menjadi Rp 18, dan BTEK naik 27,27% menjadi Rp 14..
Baca Juga
Lautan Luas (LTLS) Kenalkan Anak Muda Ide Usaha Berbasis 'Circular Economy'
IHSG sepanjang pekan lalu ditutup tergerus hingga 199,26 poin atau 3,09% menjadi 6.241. Penurunan tersebut memicu menguapnya kapitaliasi pasar saham hingga Rp 361 triliun. Penurunan indeks juga disertai dengan penjualan bersih (net sell) saham hingga Rp 3,15 triliun.
Penurunan indeks tersebut dipicu atas pelemahan sejumlah saham kapitalisasi pasar besar, seperti BYAN sebanyak 12,48%, BBRI 4,83%, BMRI mencapai 4,23%, TLKM sebanyak 5,86%, dan BRMS mencapai 8,33%.
Pelemahan indeks pekan lalu juga dipicu atsa kejatuhan seluruh sektor saham, terbesar kejatuhan sektor industry 5,48%, sektor infrastruktur 4,10%, sektor konsumer non primer 3,50%, sektor teknologi 3,96%, dan sektor keuangan 2,41%.
