Saham SMLE, ASLI, dan WAPO Disuspensi, Sebaliknya 2 Saham Ini Dibuka Kembali
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspend) perdagangan saham PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE), PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI), dan PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO) mulai sesi I, Jumat (25/9/2026).
Sebaliknya transaksi dua saham, PT Anugerah Kagum Karya Utama Tbk (AKKU) dan PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) dibuka kiembali mulai sesi I hari ini. Saham AKKU sendiri dibuka di papan pemanataun khusus (PPK) dengan mekanisme full call auctiion (FCA).
Baca Juga
Harga Emas Turun ke US$4.275, Pasar Antisipasi Kenaikan Bunga The Fed
Suspends saham SMLE, ASLI, dan WAPO dipicu atas lompatan harga dalam beberapa pekan terakhir. Data BEI menyebutkan bahwa saham SMLE telah melesat lebih dari 85% menjadi Rp 282 dalam sebulan terakhir. Begitu juga dengan saham ASLI telah melambung lebih dari 97% menjadi Rp 486 dalam sebulan terakhir.
Penghentian sementara juga melanda saham WAPO setelah harganya melesat lebih dari 155% menjadi Rp 352 dalam sebulan terakhir. Hal ini memicu saham ini terkena suspensi kedua dalam sepekan terakhir.
Sebaliknya unsuspensi saham diterapkan ke AKKU dan ASPI mulai sesi I hari ini. Sebagaimana diketahui saham AKKU sebelumnya disuspensi sejak 2 April 2026 setelah laporan keuangan auditan perseroan memperoleh opini tidak menyatakan pendapat (disclaimer) sebanyak dua kali atau sebanyak 1 kali opini tidak wajar (Adverse) oleh akuntan publik.
Baca Juga
Adopsi Kripto Indonesia Kini Ada di Peringkat 14, Asia Pasifik Mendominasi
Sedangkan saham ASPI dihentikan sementara kemarin setelah terjadi lompatan harga dalam beberapa hari terakhir. Data BEI menyebutkan bahwa saham ASPI telah melambung lebih dari 96% menjadi Rp 750 selama sebulan terakhir.
Sementara itu BRI Danareksa Sedkuritas dalam riset pagi ini memproyeksikan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (25/9/2026), bergerakbearish dalam rentang 6.220-6.400. Tiga saham HRTA, ENRG, dan TEBE direkomendasikan beli.
Laju IHSG akan dipengaruhi sentimen global masih cenderung hawkish, tercermin dari kenaikan US Treasury 10Y ke 5,11%, level tertinggi sejak 2007, seiring kuatnya aktivitas ekonomi AS dan meningkatnya ekspektasi pengetatan kebijakan The Fed. Di sisi lain, Brent menembus US$105/barel akibat meningkatnya ketegangan AS-Iran dan ketidakpastian pasokan energi.
