Target Harga Saham Erajaya (ERAA) Direvisi Naik ke Rp 750, Ini Penopangnya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Target harga saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) direvisi naik menjadi Rp 750 per saham dari sebelumnya Rp500 per saham. Kenaikan target harga tersebut didukung solidnya pertumbuhan kinerja semester I-2026, penambahan jumlah toko, perbaikan penjualan toko yang sama, serta berlanjutnya efisiensi.
Hal ini mendorong KB Valbury Sekuritas merevisi naik target harga saham ERAA menjadi Rp 750 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target harga baru Rp 750 per saham mengimplikasikan potensi kenaikan sekitar 23% dari harga saham ERAA sebesar Rp 610 per saham dan valuasi 8,4 kali P/E tahun ini. Adapun kenaikan harga saham ERAA dalam sebulan terakhir telah lebih dari 30%.
Analis KB Valbury Sekuritas Andre Suntono mengatakan, kinerja ERAA pada semester I 2026 menjadi salah satu faktor pendukung revisi naik target harga tersebut. Pendapatan ERAA mencapai Rp 42,9 triliun, tumbuh 22,4% secara tahunan dan laba bersih melesat 38% menjadi Rp 784 miliar.
Baca Juga
Diversifikasi Bisnis Mulai Berbuah, Target Harga Saham Erajaya (ERAA) Direvisi Naik
“Realisasi tersebut berada di atas ekspektasi riset, masing-masing sebesar 51,2% dari target kami dan 60% dari proyeksi tahunannya. Sementara terhadap konsensus, realisasi pendapatan dan laba bersih telah mencapai 53% dan 60,1%,” tulisnya riset terbarunya.
Lompatan kinerja tersebut mendorong KB Valbury Sekuritas merevisi naik target kinerja keuangan ERAA tahun ini. Proyeksi pendapatan perseroan direvisi naik 0,3% menjadi Rp 84 triliun atau tumbuh 9,7% yoy. Begitu juga dengan estimasi laba bersih tahun 2026 dinaikkan 8,6% menjadi Rp 1,42 triliun atau tumbuh 18,7% yoy.
Revisi naik target harga saham dan kinerja keuangan ERAA juga didukung perbaikan bauran penjualan produk, seiring bertambahnya jumlah toko dan anggota secara tahunan. ERAA juga terus memperluas jaringan tokonya. Pada Juli 2026, perseroan membuka 48 toko baru secara bersih, sehingga total tambahan toko baru mencapai 221 toko hingga Juli 2026. Dengan demikian, ERAA telah mengoperasikan 2.554 toko di seluruh Indonesia hingga akhir Juli.
Baca Juga
Revisi naik juga mempertimbangkan berlanjutnya aktivitas promosi ERAA untuk mempertahankan pertumbuhan penjualan kuartal III-2026 hingga akhir tahun. Aktivitas ini sekaligus mengantisipasi minimnya katalis pada kuartal tersebut. Aktivitas ini diharapkan membuat pendapatan ERAA di kuartal III-2026 mencapai Rp 16,4 triliun, turun 5,1% yoy dan 19,7% qoq. Pendapatan tersebut ditopang oleh penambahan toko dan anggota serta aktivitas promosi yang lebih banyak.
“Konsumen biasanya menahan belanja pada kuartal III karena menunggu peluncuran perangkat baru, termasuk iPhone, pada awal kuartal IV-2026, sehingga penjualan perseroan cenderung melemah,” tulisnya.
KB Valbury Sekuritas juga memberikan pandangan positif terhadap berlanjutnyapeningkatan efisiensi dan pengelolaan biaya yang diharapkan membuat margin bersih perseroan naik menjadi 1,7% hingga kuartal III-2026. Sejumlah faktor tersebut diharapkan membuat laba bersih ERAA hingga September 2026 mencapai Rp 1 triliun, tumbuh 28,1% yoy atau sekitar 71% dari proyeksi laba bersih tahun ini.
