Astra International (ASII) Perketat Belanja Capex Rp19 Triliun di Semester II 2026
JAKARTA, investortrust.id – PT Astra International Tbk (ASII) memastikan penggunaan sisa belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp 19 triliun pada semester II-2026 dilakukan secara lebih disiplin dan terukur.
Head of Corporate Investor Relations Astra International Tira Ardianti mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk menjaga efisiensi sekaligus memastikan investasi yang dikucurkan memberikan kontribusi terhadap produktivitas dan pertumbuhan laba perseroan hingga 2027.
Tira menyebutkan, ASII telah menyerap sekitar Rp17 triliun capex hingga semester I-2026 dari total alokasi Rp 36 triliun tahun ini. Realisasi tersebut setara 47% dari anggaran capex setahun penuh. Sebagian besar capex Astra hingga semester I-2026 terkonsentrasi pada sektor bisnis tambang dan alat berat di bawah anak usaha Astra, PT United Tractors Tbk (UNTR). Sekitar Rp 11,7 triliun capex Astra tahun ini digunakan untuk akuisisi tambang emas PT Arafura Surya Alam (ASA) oleh United Tractors.
Baca Juga
Bos Astra (ASII) Bocorkan Dividen 2026, Payout Ratio Bisa Segini
“Sementara sisanya penggunaan capex rutin yang utamanya juga digunakan untuk pembelian alat berat dari bisnis kontraktor pertambangan di United Tractors,” ujar Tira dalam Astra Media Day 2026 di Catur Dharma Hall, Menara Astra, Rabu (23/9/2026).
Sepanjang Januari-Juni 2026, Astra juga menyerap capex rutin sebesar Rp5,2 triliun. Belanja tersebut terutama digunakan untuk pembelian alat berat guna mendukung bisnis kontraktor pertambangan.
Baca Juga
Astra Agro Lestari (AALI) Siapkan Capex Rp 1,4 Triliun di 2027, Fokus ke 'Replanting'
Dari total capex Rp36 triliun pada 2026, Astra mengalokasikan sekitar Rp15 triliun untuk modal perawatan (maintenance) dan Rp20 triliun untuk investasi. Capex maintenance terutama diarahkan ke sektor bisnis alat berat dan kontraktor pertambangan. Sementara capex investasi ditujukan ke sektor-sektor strategis dengan mempertimbangkan kondisi dan peluang yang relevan bagi grup Astra.
Memasuki semester II-2026, Tira memastikan sisa anggaran capex akan diarahkan secara cermat untuk mendukung operasional dan ekspansi bisnis inti yang berpotensi menopang kinerja keuangan jangka panjang. “Pastinya untuk belanja modal yang lebih disiplin. Tentunya juga belanja modal ini dari waktu ke waktu terus kami evaluasi dan kami pastikan bahwa belanja modal itu juga harus mendukung produktivitas bisnis ke depannya,” ungkapnya.
