Bitcoin Cetak Level Tertinggi 8 Bulan, Pasar Pantau US$90.000
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bitcoin (BTC) menembus level US$87.200-an pada Selasa (22/9/2026) dini hari waktu Asia, mencatat level tertinggi dalam delapan bulan. Kenaikan tersebut turut memicu likuidasi posisi short dan mendorong masuknya eksposur leverage baru ke pasar derivatif. Hingga pukul 06.45 WIB, koin nomor wahid tersebut juga masih bertahan di US$86.476 setelah naik 6,45% dalam sehari.
Berdasarkan data CoinGlass, posisi derivatif yang bertaruh pada penurunan harga Bitcoin senilai sekitar US$750 juta dilikuidasi ketika harga menembus US$82.000. Likuidasi posisi short mengharuskan bursa mengeksekusi pembelian untuk menutup posisi, sehingga turut menopang kenaikan harga.
"Bitcoin naik 5% pagi ini akibat likuidasi kontrak futures perpetual short," ujar kepala riset kripto Schwab Jim Ferraioli melansir CoinDesk, Selasa (22/9/2026) .
Baca Juga
Bitcoin Tembus US$ 84.500, Pasar Kripto Kembali Jadi Sorotan
Di tengah kenaikan harga, open interest kontrak berjangka Bitcoin juga meningkat lebih cepat dibandingkan harga aset tersebut. Data Coinalyze menunjukkan sekitar US$2 miliar eksposur leverage baru masuk ke pasar sejak Bitcoin menembus US$82.000.
Analis riset senior Nansen Nicolai Sondergaard mengatakan pergeseran posisi pelaku pasar kripto dari bearish ke bullish berlangsung lebih lambat dibandingkan kenaikan harga Bitcoin.
Menurut data Farside Investors, ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus keluar total US$746 juta pada Selasa dan Rabu. Arus dana kemudian berbalik dengan inflow US$160 juta pada Kamis dan US$433 juta pada Jumat.
Perubahan arus dana tersebut terjadi setelah Senat AS gagal melanjutkan proses pemungutan suara terkait Clarity Act dan Federal Reserve menaikkan suku bunga.
"Perbedaan pentingnya adalah harga telah bergerak ke arah bullish lebih cepat dibandingkan perubahan posisi para pelaku pasar," kata Sondergaard.
Kenaikan Bitcoin ke US$86.000 juga membuat harga berada di atas rata-rata harga perolehan investor ETF Bitcoin di AS yang sekitar US$82.225. Kondisi tersebut berarti investor ETF secara rata-rata kembali berada dalam posisi keuntungan.
Baca Juga
Bitcoin Naik 6% Tembus US$ 81.000 di Tengah Kenaikan Yield Obligasi AS
Bitcoin Dekati Level US$90.000
Penembusan US$82.000 menjadi perhatian pasar karena level tersebut sebelumnya menjadi penghalang kenaikan Bitcoin. Upaya menembus level itu pada Mei gagal dan kemudian diikuti penurunan harga hingga di bawah US$60.000 pada Juni.
Setelah menembus US$86.000, pelaku pasar kini memantau level US$87.000, US$90.000, hingga kisaran US$92.000.
Sondergaard menempatkan US$87.000 sebagai level berikutnya yang perlu diperhatikan, disusul level psikologis US$90.000 dan kisaran US$92.000. Pedagang OTC Wintermute Jasper De Maere juga menyebut pengujian US$90.000 sebagai salah satu kemungkinan pergerakan berikutnya.
Bitcoin juga kembali berada di atas moving average 50 minggu, indikator tren jangka panjang yang digunakan sebagian pelaku pasar dalam menentukan strategi perdagangan.
De Maere mengatakan level tersebut sebelumnya berfungsi sebagai resistansi selama periode pasar bearish. Kembalinya Bitcoin ke atas indikator tersebut dinilai dapat menjadi konfirmasi bagi sinyal perdagangan yang digunakan sebagian pedagang.
