IHSG Ditutup Jatuh 1.69% ke Bawah 6.300, Tekanan Datang dari Mayoritas Sektor Saham
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (22/9/2026), ditutup melemah sebanyak 107,69 poin (1,69%) menjadi 6.277. Rentang pergerakan 6.258-6.423 dengan nilai transaksi Rp 12,74 triliun.
Penurunan ini berbanding terbalik dengan pembukaan yang sempat catatkan penguatan. Kejatuhan IHSG ini dipicu pelemahan hampir seluruh sektor saham, seperti sektor energi turun 2,76%, sektor industry melemah 2,31%, sektor property 2,01%, material dasar 1,96%, teknologi 1,59%, transportasi 1,35%, konsumer non primer 1,49%, keuangan 0,85%, kesehatan 0,74%, dan infrastruktur 0,66%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor konsumer primer 0,33%.
Baca Juga
Lunasi Utang BLBI, Menkeu Suahasil Pastikan Terus Kejar Piutang Obligor BLBI
Pelemahan indeks juga dipengaruhi kejatuhan beberapa saham big cap, seperti BYAN jatuh 9,71%. Penurunan juga dipicu kejatuhan seluruh saham emiten Prajogo Pangestu, seperti BREN, TPIA, BRPT, CDIA, hingga PTRO. Penurunan juga akibat kejatuhan saham AALI, AADI, ITMG, INDY, hingga DSNG.
Sebaliknya tiga saham berikut berhasil catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), seperti FORU naik 34,35% menjadi Rp 176, BPTR menguat 33,78% menjadi Rp 99, dan SAPX naik 24,50% menjadi Rp 376. Meski tak ARA, saham AGAR menguat 22,17% menjadi Rp 2.810, DFAM naik 19,57% menjadi Rp 110, dan STAR naik 15,79% menjadi Rp 440.
Kemarin, IHSG ditutup jatuh sebanyak 56,43 poin (0,88%) menjadi 6.384 disertai dengan investor asing kembali mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham bernilai Rp 510,07 miliar. Net sell terbanyak disumbangkan lima saham berikut, yaitu BMRI senilai Rp 140,61 miliar, ANTM senilai Rp 139,93 miliar, dan BBCA mencapai Rp 131,34 miliar.
Baca Juga
Penurunan tersebut dipicu atas pelemahan mayoritas sektor saham, seperti energi turun 0,93%, material dasar melemah 0,88%, konsumer non primer turun 0,94%, konsumer primer melemah 0,45%, infrastruktur 1,38%, keuangan 0,36%, teknologi 0,10%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor transportasi 0,55%, kesehatan 0,21%, dan property 0,00%.
Meski IHSG ditutup jatuh, sejumlah saham berikut berhasil melesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu CSMI naik 34,48% menjadi Rp 234, TRUE naik 34,38% menjadi Rp 90, AGAR naik 25% menjadi Rp 2.300, NASI menguat 24,79% menjadi Rp 292, HOPE naik 24,78% menjadi Rp 282, BAJA menguat 24,57% menjadi Rp 436, dan INTD naik 24,39% menjadi Rp 306. Meski tak ARA, saham BBSS naik 29,11% menjadi Rp 102 dan JAWA menguat 25,64% menjadi Rp 196.
