IHSG Sesi I Jatuh 0,76%, Tekanan Terbesar Datang dari Kejatuhan Saham BYAN
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (15/9/2026), ditutup melemah 49,77 poin (0,76%) menjadi 6.484,92. Penurunan tersebut sejalan dengan pelemahan seluruh pasar saham Asia.
IHSG bergerak dalam rentang 6.461-6.549 dengan nilai transaksi sebanyak Rp 6,10 triliun sepanjang sesi I. Adapun saham yang menjadi penekan utama indeks datang dari kejatuhan BYAN sebanyak 5,86%, GGRM jatuh 5,26%, BMRI melemah 2,03%, BBNI turun 2,33%, BBRI melemah 2,06%, dan AMMN jatuh 1,47%.
Baca Juga
Force Majeure dan Haji Isam Rontokkan Saham Bayan (BYAN) hingga 40% dalam Sebulan
Tekanan indeks juga dipengaruhi atas penurunan hampir seluruh sektor saham, seperti sektor keuangan turun 1,19%, industry 0,97%, energi 0,64%, material dasar 0,46%, konsumer non primer 0,26%, property 0,22%, kesehatan 0,41%, dan transportasi 0,16%. Sebaliknya kenaikan melanda saham konsumer primer 0,99% dan infrastruktur 0,03%.
Meski IHSG kembali terjungkal, sejumlah saham berikut masih berhasil torehkan lompatan harga. Di antaranya, saham DEFI naik 32,04% menjadi Rp 136, CCSI naik 24,86% menjadi Rp 442, ALKA menguat 19,68% menjadi Rp 7.450, TRJA menguat 18,03% menjadi Rp 144, dan SEMA naik 17,77% menjadi Rp 232.
Baca Juga
Sentimen Global Merontokkan IHSG Meski Ada Optimisme “Purbaya Diganti”
Kemarin, IHSG ditutup turun sebanyak 6,69 poin (0,10%) menjadi 6.534 setelah sempat bergerak dramatis dengan penurunan lebih dari 165 poin atau 2,5% pada awal sesi II. Investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 337,44 miliar terbanyak disumbangkan saham ANTM senilai Rp 209,32 miliar dan BMRI mencapai Rp 169,29 miliar.
Pergerakan indeks dipengaruhi atas penurunan sejumlah sektor saham, seperti energi melemah 1,65%, material dasar 1,41%, konsumer primer 1,19%, kesehatan 2,95%, property 0,56%, infrastruktur 1,45%, teknologi 0,77%, transportasi 0,85%, property 0,56%, konsumer non primer 0,04%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor keuangan 0,55% dan industry 0,45%. Tekanan juga dipicu atas kejatuhan saham big cap, seperti BYAN anjlok 10,12%, EMAS jatuh 12%, dan BREN anjlok 4,01%.
Meski IHSG ditutup turun, sejumlah saham berikut catatkan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham SEMA naik 34,93% menjadi Rp 197, LAPD naik 34,78% menjadi Rp 93, FORU naik 25% menjadi Rp 4.650, ALKA naik 25% menjadi Rp 6.225, dan AGAR melesat 24,55% menjadi Rp 2.410.
