Laba Medco Energi (MEDC) Melejit 650% di Semester I-2026, Intip Target hingga Akhir Tahun Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mencatat lompatan laba periode tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 650,16% menjadi US$ 275,31 juta pada semester I-2026, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya hanya US$ 36,70 juta.
Kenaikan tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan dari US$ 1,14 miliar menjadi US$ 1,41 miliar. Perseroan juga mencatatkan laba dari entitas asosiasi dan ventura bersama senilai US$ 124,11 juta pada semester I-2026, dibandingkan periode sama tahun lalu dengan rugi dentitas US$ 11,80 juta.
Baca Juga
Manajemen MEDC menyebutkan bahwa perbaikan laba bersih tersebut didukung peningkatan produksi minyak dan gas, membaiknya harga minyak dunia, serta kontribusi PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) setelah smelter beroperasi penuh.
Sepanjang semester I-2026, produksi minyak dan gas MedcoEnergi mencapai 170 ribu barel setara minyak per hari (mboepd), sesuai dengan panduan produksi 2026. Mayoritas disumbangkan gas sekitar 72%. Produksi ini ditopang peningkatan volume produksi Blok Corridor seiring tambahan hak partisipasi, produksi Lapangan Forel dan Terubuk di South Natuna Sea Block B, pengeboran pengembangan Lapangan Bualuang di Thailand, penyelesaian proyek Bisat C di Blok 60 Oman, serta kontribusi produksi penuh dari proyek Senoro Fase 2A.
Baca Juga
CEO MedcoEnergi Ronald Gunawan mengatakan, kinerja semester I 2026 mencerminkan keandalan MEDC dalam mengeksekusi proyek dan mengelola operasi produksi. “Fokus kami sepanjang semester ini adalah memastikan aset-aset utama beroperasi optimal dan proyek pengembangan berjalan sesuai jadwal. Senoro Fase 2A telah beroperasi penuh pada Juni, dan Sakakemang tetap on track untuk gas pertama pada kuartal ketiga 2027. Ini adalah fondasi pertumbuhan kami ke depan,” tulisnya dalam penjelasan resminya.
Pada semester I 2026, MEDC juga telah menandatangani Kontrak Bagi Hasil (PSC) Blok Nawasena di Jawa Timur dan Blok Cendramas di Malaysia. MedcoEnergi ditunjuk sebagai operator untuk dua blok tersebut. Blok Cendramas menjadi langkah yang menandai operasi produksi pertama Perseroan di Malaysia.
Pertahankan Target
Terkait segmen ketenagalistrikan, dia mengatakan, Medco Energi mencatat penjualan sebesar 2.323 GWh pada semester I 2026, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kinerja tersebut didukung keandalan operasi Dalle Energy Batam (DEB), ekspansi Energi Listrik Batam (ELB), serta mulai beroperasinya PLTS Bali Timur.
Baca Juga
Harga Minyak Turun Meski Perang Memanas, Ekspor Saudi dan Harapan Damai Jadi Penahan
Energi terbarukan menyumbang sekitar 25% dari total penjualan listrik, sejalan dengan strategi transisi energi MedcoEnergi. Sedangkan investasi pada sektor pertambangan tembaga dan emas melalui Amman Mineral (AMMN) berkontribusi positif, seiring beroperasinya smelter dengan kapasitas penuh.
Medco Energi (MEDC) mempertahankan panduan kinerja 2026 dengan target produksi minyak dan gas sebesar 165-170 mboepd. Perseroan juga menargetkan penjualan ketenagalistrikan sebesar 4.550 GWh serta mempertahankan biaya kas produksi minyak dan gas di bawah US$ 10 per barel setara minyak.
Sejalan dengan komitmen investasi pada peluang pertumbuhan yang bernilai tambah, MEDC menaikkan panduan belanja modal atau capital expenditure (capex) 2026 menjadi US$ 450-475 juta untuk segmen Minyak & Gas Bumi. Adapun segmen ketenagalistrikan, belanja modal ditargetkan mencapai hingga US$50 juta.
