Net Sell Melesat Rp 1,79 Triliun, BBCA, BMRI, hingga AMMN Jadi Penyumbang Utama
JAKARTA, investortrust.id – Investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 1,79 triliun, seiring dengan penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (18/9/2026), sebanyak 21,27 poin (0,33%) menjadi 6.441,16.
Lima saham dengan net sell terbanyak disumbangkan saham BBCA senilai Rp 355,06 miliar, BMRI senilai Rp 217,75 miliar, AMMN mencapai Rp 200,79 miliar, TLKM senilai Rp 100,25 miliar, dan DSSA mencapai Rp 82,31 miliar.
Baca Juga
Realisasi Penarikan Utang Pemerintah Sentuh Rp 506 Triliun per 31 Agustus 2026
Sebaliknya lima saham dengan pembelian bersih (net buy) terbanyak pekan ini disumbangkan saham ANTM senilai Rp 145,98 miliar, BRMS mencapai Rp 63,85 miliar, MDKA senilai Rp 54,31 miliar, AADI senilai Rp 52,55 miliar, dan INCO mencapai Rp 30,80 miliar.
Terkait penuerunan indeks hari ini dipicu atas pelemahan mayoritas saham big cap, seperti big bank, saham BMRI anjlok 2,04%, BBNI melemah 2,41%, BBCA turun 0,79%, dan BBRI melemah 0,60%. Kejatuhan juga dipicu penurunan drastic saham JARR sebanyak 14,08%, MORA 5,37%, AMMN melemah 4,49%, dan RATU turun 3,22%. Sebaliknya penahan kejatuhan indeks datang dari lompatan saham BYAN.
Pembalikan arah indeks dipicu atas kejatuhan mayoritas sektor saham, seperti property 1,44%, sektor industry 1,64%, sektor kesehatan 1,12%, sektor infrastruktur 0,82%, sektor keuangan 0,93%, sektor energi 0,51%, sektor material dasar 0,18%, sektor konsumer primer 0,16%, dan sektor transportasi 0,91%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor teknologi 0,27%.
Baca Juga
Sebaliknya sejumlah saham berikut catatkan penguatan pesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham NASI menguat 34,48% menjadi Rp 234, TRUE naik 34% menjadi Rp 67, BAJA menguat 25% menjadi Rp 350, saham KICI naik 24,82% menjadi Rp 352, dan BYAN naik 19,96% menjadi Rp 13.825.
Kemarin, IHSG ditutup rebound sebanyak 25,58 poin (0,40%) menjadi 6.462. Rentang pergerakan 6.418-6.500 dengan nilai transaksi Rp 11,51 triliun. Kenaikan tersebut ditopang penguatan sejumlah sektor saham, seperti energi menguat 1,17%, material dasar 0,37%, industry 0,82%, konsumer non primer 0,88%, konsumer primer 1,63%, teknologi 0,67%, infrastruktur 0,54%, transportasi 0,62%, property 0,20%, dan keuangan 0,22%.
