Ancara Logistics (ALII) Berencana Akuisisi Lahan 'Intermediate Stockpile'
JAKARTA, Investortrust.id – PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII) berencana mengakuisisi lahan untuk lokasi penimbunan batu bara sementara atau intermediate stockpile sebagai bentuk ekspansi. Hal ini merespons bertambahnya jumlah pengiriman batu bara yang akan ditangani perusahaan pada 2024 dan tahun-tahun berikutnya.
“Kami akan investasi lagi tadi anak usaha intermediate stockpile (ISP) kami mau akuisisi lagi untuk lahan baru ISP kedua karena yang kami punya sekarang tidak cukup, lahan untuk intermediate stockpile. Itu kami dalam proses,” jelas Presiden Direktur Ancara Logistics Indonesia Faisal Mohamad Nur kepada Investortrust.id.
Aksi korporasi itu dilaksanakan usai saham ALII terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan dana terkumpul di antaranya dipakai untuk menambah armada kapal pengangkut batu bara.
Penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) ALII dipercaya mampu memperkuat struktur pendanaan usaha perseroan, sekaligus neraca keuangan berkat utang yang dibayar dari hasil IPO.
Dari aksi korporasi tersebut, Ancara Logistics mengantongi dana segar Rp 860,9 miliar dengan menjual 3,2 miliar saham kepada publik. Dikutip dari prospektus perusahaan, 75% dana hasil IPO akan dipakai membayar sebagian utang anak usaha yakni PT Mahakam Coal Terminal (MCT).
Baca Juga
Baru Melantai, Ancara Logistics (ALII) Ungkap Komitmen Tebar Dividen 80% dari Laba
“Ruang kami untuk mendapat kredit dari perbankan sekarang lebih bagus,” sambung Faisal.
Sisa dana, sekitar 21,44% hasil IPO akan digunakan perusahaan untuk penambahan armada kapal tongkang sungai untuk kedalaman 180 feet sebanyak 15 unit. Ekspansi ini dilakukan karena ALII telah mengantongi kontrak pengiriman batu bara yang jumlahnya lebih besar dari tahun lalu.
Saat ini saja, Faisal mengakui bahwa jumlah kapal perusahaan sebanyak 36 tongkang sungai, masih kurang untuk beroperasi sehingga memerlukan sewaan kapal tambahan. Dalam dua pekan ke depan, ALII ditargetkan memiliki 42 unit tongkang sungai yang akan bertambah menjadi 57 tongkang pada akhir 2024.
“Di luar itu kami punya kapal tunda (tak) 40, sudah berkontrak nanti mau punya lagi another 30 jadi total kami akan punya 70 unit. Di luar itu, kami masih charter, saat ini untuk tongkang sungai berkontrak freight charter 15 unit. Kemudian tongkang laut yang 300 feet kami berkontrak dengan time charter 12 unit. Jadi idealnya, itu aset kami namun masih time charter,” pungkasnya. (CR-10)

