Baru Melantai, Ancara Logistics (ALII) Ungkap Komitmen Tebar Dividen 80% dari Laba
JAKARTA, investortrust.id – Emiten distribusi batu bara, PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII) berkomitmen membagi hasil keuntungan bisnis (dividen) sebesar 80% dari perolehan laba bersih tahun 2024 kepada pemegang saham.
Sebagai catatatan, ALII merupakan emiten baru yang mencatatkan saham perdana pada tanggal 7 Februari 2024.
Lebih lanjut, sepanjang tahun 2024, Perseroan diperkirakan mampu mencatat laba bersih Rp 900 miliar, dengan total pendapatan sekitar Rp 2 triliun.
Baca Juga
Sambut Transisi Energi, Ancara Logistics (ALII) Incar Angkutan Komoditas Non-coal
“Soal pertumbuhan, kami janji ke pemegang saham bahwa perusahaan ini akan tumbuh, memberikan profit dalam dividen. Di prospektus kami jelaskan akan bagi dividen sebanyak-banyaknya 80%,” terang Presiden Direktur Ancara Logistics Indonesia Faisal Mohamad Nur dalam wawancara khusus yang dipandu oleh Pemimpin Redaksi investortust.id, Primus Dorimulu, akhir pekan lalu.
Tak hanya menjanjikan dividend payout ratio yang besar, Manajemen ALII juga meyakini, punya fundamental bisnis yang kuat serta berkelanjutan. Manajemen optimistis membukukan pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan pada 2024 dan tahun-tahun berikutnya.
Hal itu ditopang bertambahnya jumlah batu bara yang akan diangkut Ancara Logistic tahun ini, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga
Ancara Logistics (ALII) Optimistis Pendapatan Tumbuh Berkelanjutan
Pada 2023, perusahaan hanya mengangkut batu bara sebanyak hampir 3 juta ton. Sedangkan dua tambang batu bara klien mereka, telah mengantongi rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) untuk memproduksi batu bara sebanyak 7 juta ton, 10 juta ton, dan 13 juta ton pada masing-masing 2024, 2025, dan 2026.
Dengan begitu, pada tahun ini saja, jumlah batu bara yang akan diangkut ALII bertambah menjadi lebih dari dua kali lipat.
“Saya baca perusahaan lain 50%. Saya pastikan awalnya, haruskah kita umumkan 80% ini. Jawabannya kalau perusahaan tumbuh, bagilah ke pemegang saham jadi mereka harus mendapat manfaat dari IPO kami, itu prinsipnya,” tegas Faisal lagi.
Dalam jangka panjang, manajemen percaya pertumbuhan kinerja keuangan bisa didapat karena kontrak pengangkutan batu bara terus berlaku, sepanjang tambang pelanggan Ancara Logistics beroperasi.
Faisal menginformasikan, perusahaan tambang batu bara yang merupakan klien ALII memiliki cadangan 300 juta ton batu bara. Cadangan ini bisa diproduksi hingga 30 tahun, bila perusahaan memproduksi maksimal 10 juta ton batu bara per tahun.
“Untuk long term kalau dilihat fundamental perusahaan bagus, perusahaan kasih kepastian sustainable dividen. Mereka akan dibuat happy dengan saham yang mereka pegang. Mereka akan keep (sahamnya). Komitmen pengusaha jelas banget, bahkan saya challenge are you sure not 50%? Not, 80% pak. Itu kata pemegang saham (pengendali),” pungkasnya. (CR-10).

