PGN (PGAS) Tambah Pasokan Gas 5,45 BBTUD, Kontrak Berlaku hingga 2040
JAKARTA, investortrust.id – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) atau PGN menandatangani perjanjian jual beli gas (PJBG) dengan Mont D’Or Oil Tungkal Limited (MOTL/MontD’Or) dari Wilayah Kerja (WK) Tungkal, Jambi.
Perjanjian ini akan berimbas terhadap penambahan pasokan gas PGN sebanyak 5,45 BBTUD untuk periode 2026 hingga 2034. Setelah periode tersebut, volume pasokan akan memasuki tahap ramping down atau menurun secara bertahap hingga 2040.
Baca Juga
Prospek PGN (PGAS) Membaik, Volume Gas Pulih dan Laba Diproyeksi Tumbuh 15%
Penandatanganan PJBG WK Tungkal dilakukan oleh Direktur Komersial PGN Aldiansyah Idham dan General Manager MontD’Or Hendra Jaya serta disaksikan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, Senin (31/08/2026).
Aldiansyah mengatakan, kerja sama dengan MontD’Or menjadi langkah strategis dalam memperkuat pemanfaatan gas bumi nasional sebagai energi yang andal, kompetitif, dan berkelanjutan. “Kerja sama ini merupakan langkah penting dan strategis dalam upaya memperkuat pemanfaatan gas bumi nasional sebagai energi yang andal, kompetitif, dan berkelanjutan,” ujar Aldiansyah.
PJBG tersebut memberikan kepastian penyerapan gas bumi dari WK Tungkal sekaligus berperan penting bagi PGAS dalam menjaga keandalan penyaluran gas kepada pelanggan. Lokasi WK Tungkal yang berada di wilayah Sumatera Bagian Tengah akan diintegrasikan dengan infrastruktur eksisting PGAS yang berada di Pulau Sumatera.
Baca Juga
Integrasi tersebut menjadi bagian dari upaya PGN memperkuat pasokan gas bumi domestik dengan mengintegrasikan pasokan dari berbagai sumber, baik gas pipa maupun LNG. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keberlanjutan layanan gas bumi bagi pelanggan, mulai dari sektor industri, komersial, usaha kecil hingga rumah tangga.
PGN juga menilai kerja sama dengan MontD’Or dapat menjadi awal bagi kolaborasi strategis lainnya. “Kami berharap kolaborasi antara SKK Migas, produsen gas terutama MontD’Or dan PGN tidak hanya pada pasokan WK Tungkal saja namun melalui kerja sama strategis lainnya. Kami optimis kerja sama ini akan memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan industri dan perekonomian nasional,” tutup Aldiansyah.
