Laba J Resources (PSAB) Melesat 534,14%, Penjualan dan Divestasi Anak Usaha Jadi Penopang
JAKARTA, investortrust.id – PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) membukukan lomptan sebanyak 534,14% menjadi US$ 186,56 juta pada semester I-2026, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 29,42 juta. Pertumbuhan ini didorong oleh naiknya angka penjualan serta keuntungan besar dari pelepasan entitas anak.
Seiring dengan kenaikan tersebut laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melesat menjadi US$ 177,89 juta pada semester I-2026, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 29,42 juta. Laba per saham dasar juga melesat dari US$ 0,0007 menjadi US$ 0,0067. Sebaliknya kas dan setara kas akhir periode turun dari US$ 39,44 juta menjadi US$ 17,06 juta.
Baca Juga
United Tractors (UNTR) Akuisi Tambang Emas dari PSAB Bernilai US$ 540 Juta
PSAB dalam rilis laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan bahwa penjualan perusahaan meningkat 14,50% menjadi US$ 160,63 juta hingga Juni 2026, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 140,29 juta. Kenaikan laba juga ditopang penurunan drastic beban pokok penjualan dari US$ 52,30 juta menjadi US$ 18,94 juta.
Hal ini mendorong laba kotor PSAB naik signifikan menjadi US$ 141,68 juta hingga semester I-2026, dibandingkan perioe sama tahun sebelumnya US$ 87,98 juta. Kenaikan pesat laba juga ditopang adanya keuntungan sebesar US$ 298,59 juta dari pelepasan entitas anak perusahaan.
Baca Juga
Saham PACK Akhirnya Terkena Suspensi Kedua, Sebaliknya SAFE Ditransaksi Kembali
Meskipun mencetak pertumbuhan laba yang masif, perseroan mencatatkan kenaikan beberapa pos beban dan kerugian, di antaranya beban umum dan administrasi naik dari US$ 29,53 juta menjadi US$ 46,43 juta, kerugian penurunan nilai asset tetap melonjak menjadi US$ 59,57 juta dari sebelumnya US$ 3,75 juta, amortisasi dan penghapusan naik signifikan menjadi US$ 105,57 juta dari sebelumnya hanya US$ 7,54 juta
Terkait harga saham PSAB catatkan kenaikan lebih dari 38% menjadi Rp 595 dalam sebulan terakhir. Kenaikan harga tersebut juga sejalan dengan penguatan harga komoditas emas hampir 10% dalam sebulan terakhir.
