Laba Sinar Mas Multiartha (SMMA) Meroket 73,4% di Semester I 2026, Berikut Penopangnya
JAKARTA, investortrust.id – PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) dan entitas anak menunjukkan kinerja impresif pada paruh pertama tahun 2026. Hal ini ditunjukkan lomptan laba tahun berjalan sebanyak 73,42% menjadi Rp 2,30 triliun, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 1,32 triliun.
Lompatan laba bersih tersebut diraih di tengah penurunan jumlah pendapatan. Pada paruh pertama tahun 2026, pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp 18,61 triliun atau mengalami kontraksi dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai Rp 20,38 triliun.
Baca Juga
Saham HSC BertambahJadi 49, Emiten Sinarmas Mendominasi Mulai dari DSSA hingga MORA
Pertumbuhan laba di tengah penurunan pendapatan ini didorong oleh efisiensi yang masif pada sisi beban. Jumlah beban perusahaan berhasil ditekan secara signifikan dari Rp 19,01 triliun pada semester I-2025 menjadi hanya Rp 16,28 triliun hingga 30 Juni 2026. Penurunan jumlah beban yang mencapai lebih dari Rp 2,7 triliun ini menjadi motor utama melesatnya bottom line (laba) perusahaan.
Sejalan dengan efisiensi beban tersebut, perusahaan juga mencatatkan kenaikan laba sebelum pajak. Hingga akhir Juni 2026, laba sebelum pajak Sinar Mas (SMMA) tercatat Rp 2,33 triliun atau bertumbuh sekitar 70,8% dari laba sebelum pajak pada periode yang sama tahun 2025 senilai Rp 1,36 triliun.
Baca Juga
Utang AS Membengkak, Ray Dalio Sarankan Investor Pegang Emas dan Bitcoin
Kinerja tersebut menopang peningkatan laba tahun berjalan yang dapat dikontribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp 2,31 triliun pada semester I-2026, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 1,31 triliun. Laba per saham dasar juga melambung dari Rp 206 menjadi Rp 363.
SMMA juga mencatatkan kenaikan total asset dari Rp 120,39 triliun menjadi Rp 129,72 triliun. Total ekuitas juga melambung dari Rp 25,91 triliun menjadi Rp 28,47 triliun. Adapun total kas dan setara kas akhir semester I-2026 turun dari Rp 18,96 triliun menjadi Rp 17,28 triliun.
