Saham HSC BertambahJadi 49, Emiten Sinarmas Mendominasi Mulai dari DSSA hingga MORA
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menambah daftar saham yang masuk kategori High Shareholding Concentration (HSC) atau saham terkonsentrasi tinggi. Dari total saham yang masuk daftar terbaru, emiten-emiten yang terafiliasi dengan Grup Sinar Mas menjadi kelompok yang paling mendominasi.
Beberapa saham Grup Sinar Mas yang masuk dalam daftar HSC antara lain PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR), PT Golden Energy Mines Tbk ( GEMS ), dan PT Ekamas Mora Republik Tbk ( MORA ).
Baca Juga
BEI Tambah Kriteria Saham HSC, Ada Price Impact Ratio untuk Saham Big Cap
Selain emiten Grup Sinar Mas, daftar HSC juga mencakup sejumlah saham berkapitalisasi besar lainnya seperti PT DCI Indonesia Tbk (DCII), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS), PT Bank Mega Tbk (MEGA), hingga PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN).
Daftar tersebut juga diisi oleh emiten dari berbagai sektor, mulai dari perbankan, teknologi, rumah sakit, properti, logistik, hingga perkebunan. Di antaranya BELI, BNII, BINA, CMNP, DNET, CMNT, SILO, STTP, LIFE, SRAJ, MLPT, SOHO, AGII, RLCO, ROCK, TCPI, WBSA, POLU, BBHI, dan sejumlah emiten lainnya.
Penambahan daftar HSC dilakukan setelah BEI memperbarui metodologi pengawasan dengan memasukkan Price Impact Ratio (PIR) sebagai salah satu kriteria penilaian bagi saham berkapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun.
Baca Juga
Sementara itu, pada perdagangan Selasa (14/7/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis 0,03% ke level 6.039. Meski demikian, investor asing masih membukukan net sell sebesar Rp830,61 miliar.
Aksi jual bersih asing terbesar terjadi pada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) senilai Rp362,15 miliar, disusul PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp247,93 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp193,44 miliar.
