Intip Target Terbaru Saham Chandra Asri (TPIA), Potensi Cuan di Agas 63%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Henan Putihrai Sekuritas merekomendasikan beli saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan target harga Rp 3.050 per saham. Target tersebut mengindikasikan potensi kenaikan sebesar 63,1% dari harga saham TPIA di level Rp 1.870.
Dalam riset yang dirilis Kamis (27/8/2026), Henan Putihrai Sekuritas menilai prospek TPIA cukup kuat, seiring bisnis perseroan yang semakin terintegrasi dan sumber pendapatan yang semakin beragam.
Guna menentukan target harga tersebut, Henan Putihrai Sekuritas menggunakan metode discounted cash flow (DCF) dengan asumsi weighted average cost of capital (WACC) sebesar 11,7% dan pertumbuhan jangka panjang 2%.
Baca Juga
Eagle High (BWPT) Kaji Dividen Interim, Kinerja 2026 Diproyeksi Tumbuh Double Digit
Berdasarkan perhitungan tersebut, saham TPIA dinilai setara dengan sekitar 7,3 kali EV/EBITDA 2027, lebih rendah dibandingkan rata-rata perusahaan sejenis sebesar 9,8 kali. Rekomendasi tersebut juga mempertimbangkan kekuatan TPIA, yaitu integrasi bisnis. Kondisi tersebut memberikan peluang bagi TPIA untuk mengubah perubahan harga bahan baku menjadi keuntungan.
Pada semester I-2026, Singapore benchmark gross refining margin (GRM) berada di sekitar US$21 per barel, meningkat dari sekitar US$8 per barel pada 2025. Sementara itu, margin yang berhasil diperoleh Aster berada di kisaran US$20-30 per barel.
Henan Putihrai juga melihat peluang TPIA dari kondisi pasokan di Indonesia. Pasar domestik dinilai masih mengalami kekurangan pasokan sehingga TPIA memiliki peluang untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Baca Juga
Barito Pacific (BRPT) Masuk Sembilan Saham Indonesia yang Bertahan di MSCI Global Standard
Dari sisi kinerja, Henan Putihrai memperkirakan pendapatan TPIA meningkat hampir 5,9 kali lipat dibandingkan sebelum integrasi Aster, menjadi sekitar US$12,3 miliar pada 2026. EBITDA juga diperkirakan mencapai sekitar US$1,8 miliar.
Selain bisnis utama, TPIA memiliki sejumlah sumber pertumbuhan baru. Proyek CA-EDC ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2027 dan akan memperluas bisnis perseroan ke rantai pasok HPAL di Indonesia. Bisnis ritel Esso juga dinilai dapat memberikan pendapatan yang lebih berulang, dengan peluang pertumbuhan melalui jaringan lahan di Singapura.
Didukung BRPT
Henan Putihrai Sekuritas menilai TPIA juga memperoleh dukungan dari Barito Pacific sebagai pemegang saham utama dengan kepemilikan 34,6%. Dukungan tersebut dinilai dapat membantu perseroan menjalankan berbagai proyek ekspansi.
Baca Juga
Ekspansi Bisnis Otomotif, Chandra Asri (TPIA) Akuisisi Cycle & Carriage di Singapura dan Malaysia
Selain itu, Thaioil dinilai memiliki pengalaman dalam bisnis penyulingan. TPIA juga memiliki opsi pendanaan dari pemerintah Amerika Serikat sebesar US$200 juta untuk proyek CA-EDC.
Meski memiliki prospek positif, Henan Putihrai Sekuritas tetap melihat sejumlah risiko yang perlu diperhatikan investor. Salah satunya adalah penurunan margin penyulingan apabila GRM kembali melemah dari level sekitar US$21 per barel.
Setiap perubahan GRM sebesar US$1 per barel diperkirakan dapat mengubah EBITDA grup sekitar US$78 juta. Risiko lainnya berasal dari bisnis petrokimia, terutama jika harga minyak berada di bawah asumsi through-cycle sebesar US$562 per ton.
