Danantara Minta Restrukturisasi WIKA Realistis Tanpa 'Akal-Akalan'
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) bersama Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) mengawal ketat proses restrukturisasi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA). Pemerintah menegaskan pembenahan laporan keuangan yang presisi dan mencerminkan kondisi riil perusahaan menjadi syarat mutlak dalam proses pemulihan emiten konstruksi pelat merah tersebut.
COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, meminta manajemen menyusun laporan keuangan secara transparan agar proses restrukturisasi menghasilkan dampak nyata pada fundamental BUMN tersebut.
Baca Juga
WIKA Sabet Kontrak Baru Rp 6,91 Triliun per Juni 2026, Sektor Ini Jadi Penyumbang Terbesar
"Kita yang realistis saja, tidak mau yang akal-akalan. Kalau memang ada yang tidak ada, nanti caranya beda lagi. Kita ingin tahu dulu reilnya berapa yang harus diperbaiki, sebenarnya apa yang dibutuhkan, dan berapa kemampuan reil yang bisa kita kumpulkan secara cepat," ujar Dony saat menggelar pertemuan dengan jajaran Direksi WIKA di Jakarta, Rabu (19/8/2026) dikutip dari keterangan tertulis.
Dony menjelaskan penataan laporan keuangan yang akurat menjadi fondasi penting untuk memetakan kewajiban utang yang harus diselesaikan serta menghitung kemampuan kas perusahaan. Dengan data yang presisi, solusi restrukturisasi yang dirancang tidak sekadar menjadi perbaikan administratif di atas kertas.
Selain penataan laporan keuangan, strategi pemulihan WIKA akan difokuskan pada skema divestasi dan optimalisasi aset non-inti. Langkah ini ditargetkan dapat mengurangi beban utang perusahaan sekaligus memberikan ruang gerak keuangan yang lebih sehat bagi WIKA untuk melanjutkan keberlanjutan bisnisnya.

