Musim Panen Jagung Dimulai, Bagaimana Dampaknya bagi Saham CPIN, JPFA, dan MAIN?
JAKARTA, investortrust.id – Diproyeksikan total produksik jagung akan meningkat sebanyak 10,3% menjadi 5,34 juta ton sepanjang empat bulan tahun ini. Sedangkan produksi terbesar diperkirakan terjadi pada Maret dan April tahun ini, meski demikian produksi jagung tahun ini diperkirakan tidak semelimpah estimasi semula.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Wilastita Muthia Sofi dan Victor Stegano menatakan, panen jagung tersebut diperkirakan membuat harga jagung turun, dibandingkan dengan harga Januari dan Februari yang mencapai puncak tertinggi. Sedangkan penurunan harga jagung sudah mulai terjadi sejak akhir Februari yang diprediksi berlanjut sampai akhir April 2024.
Baca Juga
Pemerintah Tutup Kran Impor Jagung, Begini Penjelasan Kepala Bapanas
Jika melihat perkiraan produksi sebanyak 5,34 juta ton, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, volume tersebut telah menyamai angka produksi tahun 2022 atau sebelul El Nino melanda tahun lalu.
Meski terjadi peningkatan volume produksi, dia mengataka, kuantitas produksi jagung pada April akan lebih rendah, dibandingkan Maret tahun ini. Kondisi tersebut akan membuat harga jagung lebih tinggi pada April, dibandingkan Maret tahun ini. Namun tidak setinggi Januari-Fbruari.
Penurunan harga tersebut akan berimbas positif terhadap biaya produksi pakan ternak emiten peternakan ayam dan pakan ternal. Sedangkan rata-rata produksi jagung nasional tahun ini diperkirakan mencapai 13-16 juta ton atau lebih rendah dari estimasi semula 20 juta ton. Angka tersebut lebih tinggi dari total permintaan jagung tahun 2022 sebanyak 16,3 juta ton.
Baca Juga
Pasokan Ayam Membanjir, Target Saham Charoen Pokphand (CPIN) Dipotong
Selain penurunan harga jagung tahun ini, Wilastita dan Victor mengatakan, emiten peternakan dan pakan ayam akang menghadapi peluang penurunan permintaan daging ayam usai lebaran tahun ini. Apalagi belum adanyan keputusan pemerintah untuk melanjutkan program pemusnahan (culling program) induk ayam.
Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi netral saham peternakan ayam dan pakan ternak. Sedangkan Saham CPIN dan MAIN direkomendasikan beli dengan target harga masing-masing Rp 5.200 dan Rp 650. Lainnya saham JPFA direkomendasikan hold dengan target harga Rp 1.100.

