Dipicu Ketidakpastian Going Concern, Saham COAL dan INCF Disuspensi
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan efek PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) dan PT Indo Komoditi Korpora Tbk (INCF) di seluruh pasar mulai sesi II, Rabu (12/8/2026).
BEI dalam penjelasan resminya menyebutkan bahwa penghentian sementara perdagangan saham COAL dan INCF dilakukan karena adanya ketidakpastian atas kelangsungan usaha atau going concern kedua perusahaan tersebut.
Baca Juga
Investor Asal China Ini Akan Akuisisi 51% Saham Ekadharma (EKAD), Sahamnya Langsung ARA
Untuk penghentian sementara perdagangan saham COAL diterapkan di seluruh pasar terhitung sejak Sesi IV Perdagangan Efek Periodic Call Auction pada Rabu, 12 Agustus 2026 hingga pengumuman lebih lanjut. Hal serupa juga untuk perdagangan efek INCF sejak Sesi IV perdagangan Periodic Call Auction hari ini.
Sebelum suspense saham diterapkan, harga COAL telah mencatatkan lompatan harga lebih dari 40% menjadi Rp 28 dalam sepekan terakhir. Adapun saham INCF stagnan level Rp 50 per saham untuk periode waktu sama.
Baca Juga
Mensesneg Ungkap SBY Kemungkinan Tak Hadiri Upacara HUT Ke-81 RI di Istana
Adapun indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil catatkan penguatan sebanyak 64 poin (1,05%) ke level 6.334 hingga pukul 14.35. Rentang pergerakan 6.267-6.353 dengan nilai transaksi telah tembus lebih dari Rp 10 triliun.
Kenaikan IHSG intraday sesi II hari ini ditopang lompatan harga saham BREN hampir 10%. Begitu juga dengan saham emiten Prajogo Pangestu lainnya TPIA, BRPT, CUAN, dan CDIA, ikut melambung hari ini.

