Armand Wahyudi Hartono Kembali Terpilih Jadi Ketum AEI, Ini Target Kepemimpinannya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) 2026 rampung digelar pada Selasa (11/8/2026). Forum tiga tahunan tersebut kembali menetapkan Armand Wahyudi Hartono sebagai Ketua Umum AEI periode 2026-2029.
Armand berharap Musyawarah Anggota AEI 2026 dapat menghasilkan langkah-langkah nyata untuk meningkatkan kualitas perusahaan tercatat, sehingga pasar modal Indonesia semakin kredibel, kompetitif, dan mampu bersaing di tingkat dunia.
“Kami mengajak semua anggota AEI untuk menjadikan momentum ini untuk membangun pasar modal Indonesia yang semakin kredibel, kompetitif, yang bisa bersaing world class,” kata Armand di Grand Ballroom Kempinski, Selasa (11/8/2026).
Baca Juga
Airlangga Optimistis Aktivitas IPO Semester II 2026 Makin Bergairah
Menurut Armand, Musyawarah Anggota AEI 2026 menjadi momentum penting bagi seluruh anggota untuk membangun dialog terbuka dan konstruktif mengenai kebutuhan perusahaan tercatat serta perkembangan pasar modal Indonesia. “Kami harapkan dari musyawarah anggota ini yang kita lakukan besar-besar setiap tiga tahun ini, kita bangun dialog terbuka, konstruktif, berorientasi kepada solusi,” tegasnya.
Armand menilai dialog tersebut penting untuk memastikan berbagai kebijakan yang didorong AEI dan dikonsultasikan dengan para pemangku kepentingan dapat menjawab kebutuhan sehari-hari anggota, termasuk dalam menghadapi tantangan di masa mendatang.
Wakil Presiden Direktur Bank Central Asia (BBCA) itu mengingatkan bahwa AEI tidak dapat menjalankan perannya sendiri. Menurut dia, asosiasi emiten merupakan bagian dari ekosistem pasar modal yang melibatkan perusahaan tercatat, investor, regulator, Self-Regulatory Organization (SRO), dan masyarakat. “Kita semuanya harus bekerja sama sebagai sebuah ekosistem yang tangguh,” tandasnya.
Untuk memperkuat peran tersebut, Armand mengatakan AEI akan terus mendorong peningkatan kualitas dan kinerja perusahaan tercatat secara kolektif. Asosiasi juga membuka ruang bagi anggota untuk memberikan masukan terkait kebijakan dan regulasi pasar modal.
Baca Juga
OJK Siapkan Batas Kepemilikan Saham BEI, Danantara hingga BI Bisa Jadi Pemegang Saham
Selain itu, AEI berencana memperkuat program edukasi, riset, serta berbagi praktik terbaik (best practice) dan informasi mengenai perkembangan regulasi. Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas perusahaan anggota dalam menghadapi berbagai dinamika di pasar modal.
Armand menambahkan, setiap program yang dijalankan AEI harus memberikan manfaat nyata bagi anggota. Manfaat tersebut mencakup pemahaman dan kepatuhan terhadap regulasi, peningkatan tata kelola perusahaan (governance), penguatan hubungan dengan investor (investor relations), hingga pembukaan peluang pertumbuhan dan akses terhadap permodalan. “Namanya juga perusahaan IPO (terbuka), membutuhkan akses terhadap capital,” imbuhnya.
Armand berharap hasil Musyawarah Anggota AEI 2026 tidak berhenti pada keputusan organisasi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret yang memberikan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan pasar modal. “Semoga musyawarah AEI 2026 menghasilkan langkah nyata yang membawa manfaat bagi seluruh anggota, investor, SRO, dan membantu pasar modal Indonesia menjadi kelas dunia,” pungkasnya.

