IHSG Sesi I Anjlok 55 Poin, Mayoritas Sektor Saham Bergerak di Zona Merah
JAKARTA, investortrust.id – Indek harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (11/8/2026), ditutup kembali melemah sebanyak 55,46 poin (0,87%) menjadi 6.309. Rentang pergerakan 6.291-6.388 dengan nilai transaksi Rp 6,63 triliun.
Penurunan ini menjelang pengumuman MSCI indeks besok. Penurunan ini berbanding terbalik dengan pasar saham Asia yang cenderung menguat sepanjang hari ini.
Baca Juga
Pelemahan ini juga dipicu atas penurunan hampir seluruh sektor saham, seperti sektor industry melemah 2,09%, sektor energi 1,08%, property 1,13%, konsumer primer 1,50%, keuangan 0,82%, dan infrastruktur 0,65%. Kenaikan hanya melanda saham sektor kesehatan.
Meski IHSG terpangkas, sejumlah saham berikut masih berhasil torehkan lompatan harga, seperti DART naik 20,71% menjadi Rp 169, FAST naik 17,03% menjadi Rp 426, WEGE naik 16% menjadi Rp 58, WTON naik 14,67% menjadi Rp 86, dan CSMI menguat 12,50% menjadi Rp 90.
Kemarin, IHSG BEI ditutup ditutup anjlok sebanyak 44,28 poin (0,69%) menjadi 6.365,37, namun pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 829,70 miliar. Net buy terbanyak melanda saham DSSA senilai Rp 1,40 triliun, BNBR mencapai Rp 374,38 miliar, dan BBCA mencapai Rp 75,10 miliar.
Baca Juga
Survei BI: Meski Terkontraksi, Kinerja Penjualan Eceran Riil Juni 2026 Stabil
Adapun penurunan indeks hari ini berbanding terbalik dengan intraday sesi I yang sempat melambung lebih dari 50 poin. Penurunan aksi ambil untung (frofit taking) mayoritas sektor saham, seperti sektor konsumer non primer 1,37%, sektor infrastruktur 1,25%, industry 0,74%, energi 0,68%, property 0,38%, dan teknologi 0,36%,
Meski IHSG anjlok, sejumlah saham berikut catatkan lompatan harga, seperti GIAA naik 33,33% menjadi Rp 72, GMFI naik 31,48% menjadi Rp 71, SULI naik 27,78% menjadi Rp 115, STAR naik 24,81% menjadi Rp 332, IOTF naik 24,53% menjadi Rp 66, dan ROCK naik 24,27% menjadi Rp 2.330.

