IHSG Berpeluang ke Atas 6.400, Tiga Saham Dipimpin BNBR Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (6/8/2026), berpeluang menguat menuju 6.500, jika berhasil breakout dan bertahan di atas 6.400. Tiga saham PTRO, BNBR, dan GTSI direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa pasar selanjutnya akan mencermati kelanjutan earning season Semester I-2026 sebagai katalis utama pergerakan IHSG, serta perkembangan ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed yang berpotensi memengaruhi arus dana asing ke pasar emerging markets.
Baca Juga
Perekrutan Swasta AS Turun Tajam, ADP: Hanya Bertambah 44.000 pada Juli
“Secara teknikal, IHSG masih menjaga tren penguatan selama bertahan di atas support terdekat 6.269. Indeks kini menguji resistance psikologis 6.400, yang menjadi level krusial untuk menentukan arah pergerakan berikutnya. Apabila mampu breakout dan bertahan di atas 6.400, IHSG terbuka menguat menuju area 6.500,” tulisnya.
Peluang penguatan tersebut juga didukung mMomentum ini didukung oleh MACD yang masih bergerak positif serta harga yang tetap berada di atas MA20.
Terkait saham pilihan, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham PTRO dengan target harga Rp 4.900-5.200, BNBR dengan target harga Rp 104-115, dan GTSI dengan target harga Rp 179-190.
Kemarin, IHSG ditutup menguat sebanyak 31,53 poin (0,50%) menjadi 6.351, meski investor asing berbalik mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 182,77 miliar. Net sell terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu TLKM senilai Rp 157,93 miliar, TPIA mencapai Rp 138,01 miliar, ASII senilai Rp 84,95 miliar.
Baca Juga
Kepala BGN Tegaskan SPPG yang Tak Memiliki SLHS Bakal Ditutup Permanen
Penguatan tersebut ditopang kenaikan mayoritas sektor saham, seperti material dasar 2,22%, kesehatan 2,35%, property 1,60%, teknologi 1,34%, kesehatan 1,94%, energi 1,61%, konsumer non primer 1,61%, konsumer primer 1,61%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor keuangan 0,05% dan infrastruktur 0,99%.
Penguatan tersebut juga didukugn lompatan saham big cap, seperti DCII naik 5,88%, EMAS naik 8,03%, ANTM menguat 6,23%, AMMN 3,27%, CMRY menguat 3,49%. Kenaikan juga ditopang penguatan harga saham grup Bakrie, seperti BUMI, BNBR, DEWA, BIPI, VKTR hingga JGLE.
Di tengah penguatan tersebut, beberapa saham berikut torehkan lompatan harga, yaitu SLIS naik 25,40% menjadi Rp 79, TRUK naik 25% menjadi Rp 675, CBPE naik 25% menjadi Rp 440, TALF naik 24,87% menjadi Rp 1.205, dan VKTR naik 20,27% menjadi Rp 890.
