Laba Maybank Indonesia (BNII) Naik 21,2% pada Semester I 2026, Kredit Tumbuh 3,8%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) membukukan kinerja positif pada semester I 2026 dengan mencatatkan laba setelah pajak dan kepentingan nonpengendali (PATAMI) sebesar Rp698 miliar, meningkat 21,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, laba sebelum pajak (PBT) naik 21,8% secara tahunan menjadi Rp933 miliar.
Peningkatan laba ditopang oleh penurunan biaya dana melalui optimalisasi komposisi pendanaan, pengelolaan biaya yang berkelanjutan, serta membaiknya beban pencadangan.
Pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) tumbuh 3,9% secara tahunan, didukung penurunan beban bunga, dengan Net Interest Margin (NIM) tercatat sebesar 4,3%. Di sisi lain, pendapatan nonbunga turun 5,4% akibat melemahnya pendapatan Global Markets yang terdampak volatilitas pasar dan ketidakpastian geopolitik. Meski demikian, pendapatan berbasis komisi (fee income) meningkat 8% berkat pertumbuhan bisnis wealth management, pembiayaan otomotif, dan layanan perbankan ritel.
Baca Juga
Maybank Borong 13 Penghargaan Euromoney Awards for Excellence 2026
Secara keseluruhan, gross operating income naik 1,9% menjadi Rp4,64 triliun. Beban operasional hanya meningkat 0,8%, sehingga laba operasional sebelum pencadangan tumbuh 4,7% menjadi Rp1,29 triliun, sementara beban pencadangan turun 19%.
Dari sisi intermediasi, total kredit Maybank Indonesia meningkat 3,8% secara tahunan menjadi Rp126,28 triliun. Pertumbuhan didorong oleh kredit Global Banking yang naik 5% menjadi Rp54,98 triliun serta kredit Community Financial Services (CFS) yang tumbuh 2,9% menjadi Rp71,30 triliun.
Segmen Business Banking mencatat pertumbuhan kredit tertinggi sebesar 24,3%, sementara kredit UKM (SME+) meningkat 14,4% dan pembiayaan otomotif melalui anak usaha naik 6,5%.
Di sisi pendanaan, simpanan nasabah tumbuh 8,2% menjadi Rp124,10 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang kenaikan dana murah (CASA) sebesar 22,4%, dengan giro melonjak 32,1% dan tabungan meningkat 4,8%. Rasio CASA pun naik menjadi 63,6% dari sebelumnya 56,2%.
Baca Juga
Lewat Forum Ini, Maybank Indonesia (BNII) Dorong Percepatan Transisi Ekonomi Rendah Karbon
Kualitas aset tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross membaik menjadi 2,1% dari 2,4% pada Juni 2025, sedangkan NPL net turun menjadi 1,3% dari 1,5%.
Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan mengatakan, kinerja semester pertama 2026 mencerminkan pelaksanaan strategi bisnis yang disiplin di tengah volatilitas pasar dan ketidakpastian global.
"Kinerja ini mencerminkan kekuatan bisnis inti perbankan kami serta pelaksanaan prioritas strategis secara disiplin. Ke depan, kami akan terus mengembangkan portofolio pembiayaan di segmen korporasi dan UKM sejalan dengan strategi ROAR30, dengan tetap menerapkan manajemen risiko yang prudent serta menjaga kualitas aset yang sehat," ujarnya dalam siaran pers, Jumat (31/7/2026).
Permodalan dan likuiditas bank juga tetap kuat. Hingga Juni 2026, Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat 24,3%, Common Equity Tier 1 (CET1) sebesar 23,2%, Loan to Deposit Ratio (LDR) 86,6%, Liquidity Coverage Ratio (LCR) 138,2%, serta Net Stable Funding Ratio (NSFR) 110,7%.
Sementara itu, unit Perbankan Syariah Maybank Indonesia membukukan PBT sebesar Rp488 miliar atau tumbuh 55,1% secara tahunan. Pembiayaan syariah meningkat 11,7% menjadi Rp32,96 triliun dengan rasio Non Performing Financing (NPF) gross membaik menjadi 2,2%.
Presiden Komisaris Maybank Indonesia, Dato' Sri Khairussaleh Ramli, menilai capaian tersebut mencerminkan ketangguhan model bisnis perseroan dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
"Maybank Indonesia berada pada posisi yang semakin kuat untuk menangkap peluang pertumbuhan yang berkelanjutan dengan tetap mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik serta penerapan manajemen risiko dan pengelolaan kualitas aset yang prudent," katanya.

