Laba Eagle High (BWPT) Naik 16% pada Semester I-2026, Ini Penopangnya
JAKARTA, investortrust.id – PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) membukukan kenaikan laba periode berjalan sebesar 16,18% menjadi Rp 215,08 miliar pada semester I-2026, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 185,15 miliar.
Kenaikan tersebut berdampak terhadap pertumbuhan laba periode berjalan per saham dari Rp 5,52 menjadi Rp 6,79 per saham, bandingkan dengan harga penutupan saham BWPT kemarin di level Rp 80.
Manajemen BWPT dalam rilis laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin disebutkan bahwa pertumbuhan laba tersebut didukung oleh kenaikan pendapatan usaha menjadi Rp 3,26 triliun pada semester I-2026, dibandingkan Rp 2,78 triliun pada semester I-2025.
Baca Juga
Eagle High (BWPT) Resmi Masuk Indeks ESG-KEHATI, Bukti Komitmen Keberlanjutan
Seiring meningkatnya pendapatan, beban pokok penjualan ikut merangkak naik menjadi Rp 2,46 triliun dari Rp 2,00 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, laba kotor tetap meningkat menjadi Rp 799,33 miliar dibandingkan Rp 780,15 miliar pada semester I-2025.
Dari sisi operasional, beban usaha tercatat sebesar Rp 194,38 miliar, meningkat tipis dibandingkan Rp 189,17 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Beban tersebut terdiri atas beban umum dan administrasi sebesar Rp 121,08 miliar serta beban penjualan Rp 73,30 miliar.
Peningkatan laba juga ditopang oleh kenaikan laba usaha yang mencapai Rp 604,95 miliar pada semester I-2026, dibandingkan Rp 590,97 miliar pada semester I-2025. Laba juga didukung keuntungan atas penjualan entitas anak sebesar Rp 19,68 miliar serta pendapatan lain-lain sebesar Rp 8,61 miliar.
Baca Juga
Laba Bersih Hartadinata Abadi (HRTA) Naik 101% pada Semester I-2026, Penjualan Melonjak 125%
Di sisi lain, BWPT membukukan beban bunga dan keuangan sebesar Rp 190,88 miliar, beban bagi hasil sukuk mudharabah Rp 22,06 miliar, rugi selisih kurs bersih Rp 151 juta, serta beban lain-lain sebesar Rp16,74 miliar.
Dengan demikian, laba sebelum pajak meningkat menjadi Rp 408,20 miliar dibandingkan Rp 379,82 miliar pada semester I-2025. Adapun beban pajak bersih tercatat sebesar Rp 193,13 miliar, relatif stabil dibandingkan Rp 194,68 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
