Pendapatan Tembus Rp 3,15 Triliun, Dharma Polimetal (DRMA) Catat Pertumbuhan Merata di Seluruh Segmen
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) mencetak laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 282,98 miliar pada semester I-2026 atau naik 17,82% (yoy). Pendapatan pada periode yang sama naik 14% (yoy) menjadi Rp 3,15 triliun.
Manajemen menginformasikan, pertumbuhan pendapatan emiten manufaktur komponen otomotif ini, merata di seluruh segmen usaha yang dijalankan perseroan.
“Pertumbuhan pendapatan yang terjadi merata di seluruh segmen usaha perseroan ini menunjukkan solidnya kinerja DRMA sebagai grup usaha. Hal ini menunjukkan tingginya tingkat ketangguhan perseroan dalam mengarungi pasar yang bergerak sangat dinamis,” kata Presiden Direktur Dharma Polimetal, Irianto Santoso, dikutip pada Rabu (29/7/2026).
Segmen roda dua (two wheels/2W) yang menjadi kontributor terbesar mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1,84 triliun, meningkat 7% (yoy) dari Rp 1,73 triliun pada semester I-2025.
Baca Juga
Dharma Polimetal (DRMA) Raih Penghargaan The Best Investortrust Companies 2026
Di posisi kedua, kontributor pendapatan terbesar berasal dari segmen roda 4 (4W) yang tumbuh 36% (yoy) menjadi Rp 848 miliar, dari Rp 622 miliar paruh pertama tahun lalu. Adapun pendapatan dari segmen lain-lain tumbuh 11% (yoy) menjadi Rp 462 miliar dari Rp 418 miliar.
Irianto menyebut, capaian tersebut meyakinkan manajemen untuk mencapai target pertumbuhan yang telah ditetapkan yakni 10% pada 2026.
“Namun kami tidak berpuas diri dengan kinerja yang sudah ada. Guna memastikan target dicapai, manajemen terus melakukan ekspansi, antara lain dengan peningkatan kapasitas pabrik di wilayah Jababeka dan Bekasi,” ungkap dia.
Di sisi lain, manajemen tengah mengembangkan produk-produk ekosistem kendaraan listrik (EV) melalui unit usaha Dharma Connect yang berfokus pada teknologi kendaraan listrik dan energi terbarukan.
