IHSG Ditutup Kembali Anjlok 0,89%, Mayoritas Sektor Saham Terjungkal
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (28/7/2026), dituutp jatuh sebanyak 55,19 poin (0,89%) menjadi 6.130. Rentang pergerakan 6.130-6.199 dengan nilai transaksi Rp 9,54 triliun.
Pelemahan dipengaruhi penurunan sejumlah sektor saham, seperti property 3,25%, energi turun 1,75%, industry melemah 1%, keuangan 0,85%, infrastruktur 0,76%, dan teknologi 0,88%, dan kesehatan 0,63%. Sebaliknya kenaikan hanya melanda saham sektor konsumer non primer 0,52%.
Baca Juga
Sumber Sinergi Makmur (IOTF) Bukukan Kenaikan Pendapatan 12%, AI Jadi Motor Efisiensi Bisnis
Meski IHSG melemah, sejumlah saham berikut berhasil melesat, seperti KOBX naik 33,78% menjadi Rp 198, ALKA naik 24,73% menjadi Rp 1.715, dan DWGL menguat 24,35% menjadi Rp 286. Kenaikan juga melanda saham MCAS 21,80% menjadi Rp 324 dan ZONE naik 21,43% menjadi Rp 765.
Kemarin, IHSG ditutup melemah sebanyak 10,65 poin (0,17%) menjadi 6.185 disertai dengan pemodal asing melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham di seluruh pasar senilai Rp 820,67 miliar. Net sell terbanyak melanda saham NSSS senilai Rp 296,79 miliar, TPIA mencapai Rp 99,55 miliar, dan APIC mencapai Rp 73,32 miliar.
Baca Juga
Survei: Kemandirian Finansial Jadi Warisan Baru Pilihan 93% Masyarakat Indonesia
Pelemahan tersebut sejalan dengan penurunan sejumlah sektor saham, seperti sektor material dasar 0,45%, sektor energi 0,48%, sektor konsumer non primer 0,39%, sektor property 0,82%, dan sektor infrastruktur 1,25%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor industry, keuangan, dan teknologi. Rupiah juga jatuh kembali ke atas level Rp 18.010.
Meski IHSG ditutup anjlok, sejumlah saham berikut catatkan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham DMMX naik 35% menjadi Rp 216, BAJA naik 34,55% menjadi Rp 222, ZONE naik 24,75% menjadi Rp 630, TAMA naik 24,51% menjadi Rp 254, dan MCAS menguat 24,30% menjadi Rp 266. Meski tak ARA, DOOH menguat 21,84% menjadi Rp 212.
