IHSG Ditutup Anjlok 0,64%, Mayoritas Sektor Saham Melemah
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (29/7/2026), ditutup anjlok sebanyak sebanyak 39,20 poin (0,64%) menjadi 5.091. Rentang pergerakan 6.029-6.174 dengan nilai transaksi Rp 11,96 triliun.
Pelemahan dipicu atas kejatuhan mayorita sektor saham, seperti sektor industry 2,67%, property 2,75%, energi 1,26%, konsumer primer 1,16%, infrastruktur 1,48%, transportasi 1,77%, dan keuangan 0,45%. Sebaliknya kenaikan tipis melanda saham sektor kesehatan dan teknologi.
Baca Juga
OJK Dorong Sinergi Fiskal-Moneter untuk Jaga Stabilitas Rupiah dan Ekonomi
Meski IHSG anjlok, sejumlah saham berikut catatkan kenaikan harga hingga auto reject atas (ARA) melanda saham MGNA naik 34,44% menjadi Rp 121. Lompatan juga melanda saham DWGL sebanyak 21,68% menjadi Rp 348, ECII menguat 13,16% menjadi Rp 172, NEST naik 12,90% menjadi Rp 700, dan BACH menguat 12,71% menjadi Rp 665.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 55,19 poin (0,89%) menjadi 6.130 dengan pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 1,06 triliun. Net sell terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu saham BMRI senilai Rp 150,19 miliar, NSSS sebanyak Rp 141,95 miliar, dan BBRI mencapai Rp 135,63 miliar.
Baca Juga
Pelemahan dipengaruhi penurunan sejumlah sektor saham, seperti property 3,25%, energi turun 1,75%, industry melemah 1%, keuangan 0,85%, infrastruktur 0,76%, dan teknologi 0,88%, dan kesehatan 0,63%. Sebaliknya kenaikan hanya melanda saham sektor konsumer non primer 0,52%.
Meski IHSG melemah, sejumlah saham berikut berhasil melesat, seperti KOBX naik 33,78% menjadi Rp 198, ALKA naik 24,73% menjadi Rp 1.715, dan DWGL menguat 24,35% menjadi Rp 286. Kenaikan juga melanda saham MCAS 21,80% menjadi Rp 324 dan ZONE naik 21,43% menjadi Rp 765.
