Ancora (OKAS) Ungkap Prospek Bisnis Masih Cerah, Meski Laba Semester I Tergerus
JAKARTA, investortrust.id – PT Ancora Reources Indonesia Tbk (OKAS) membukukan penurunan laba periode berjalan menjadi US$ 1,06 juta hingga semester I-2026, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 5,86 juta. Penurunan tersebut berbanding terbalik dengan kenaikan tipis pendapatan dari US$ 76,08 juta menjadi US$ 76,33 juta.
Direktur Utama Ancora, Ratno Paskalis Hendrawan atau akrab disapa Ale mengatakan, perseroan berhasil mempertahankan kinerja keuangan yang tangguh hingga semester I-2026. Kinerja tersebut turut diperkuat oleh produksi aksesori peledak, bahan kimia lainnya, serta layanan logistik.
"Ancora membukukan pendapatan yang stabil sebesar US$76,33 juta pada semester pertama tahun 2026, mencerminkan permintaan yang tetap solid di bisnis inti bahan kimia dan bahan peledak pertambangan yang terintegrasi secara vertikal. Perseroan juga terus menunjukkan kinerja keuangan yang tangguh, didukung oleh posisi terkemuka dalam manufaktur Amonium Nitrat dan penyediaan solusi peledakan, serta diperkuat oleh produksi aksesori peledak, bahan kimia lainnya, dan solusi logistik," ujarnya dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (27/7/2026).
Baca Juga
Mitra Telekomunikasi (MKNT) Private Placement, Intip Calon Investor Baru Ini
Pada periode tersebut, Ancora juga membukukan laba bruto sebesar US$ 18,94 juta dan EBITDA sebesar US$10,51 juta. Secara kuartalan (quarter-on-quarter), laba bruto meningkat 40%. Sedangkan EBITDA melonjak 96%.
Menurut Ale, peningkatan tersebut mencerminkan kemampuan perseroan dalam mempertahankan tingkat profitabilitas yang kuat. "Secara keseluruhan, Ancora tetap berada pada posisi yang baik untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus terus mendukung kebutuhan strategis industri pertambangan dalam jangka panjang," katanya.
Memasuki paruh kedua 2026, Ancora (OKAS) menilai prospek pertumbuhan masih positif. Perseroan optimistis didukung oleh rencana revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang berpotensi meningkatkan aktivitas pertambangan pada semester II-2026.
Baca Juga
Selain itu, Ancora melihat peluang dari berbagai proyek baru serta meningkatnya potensi ekspor amonium nitrat dan aksesori peledak ke kawasan Asia Pasifik. Perseroan menilai prospek tersebut didukung tren permintaan regional dan kondisi rantai pasok yang semakin kondusif.
Ale mengatakan, Ancora saat ini berada pada posisi yang kuat sebagai perusahaan bahan kimia dan bahan peledak pertambangan terintegrasi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan didukung rantai nilai terintegrasi dari hulu hingga hilir yang mencakup manufaktur amonium nitrat, detonator, booster, layanan logistik, hingga jasa peledakan di lokasi tambang.
Di sisi lain, dia mengatakan, OKAS terus melakukan diversifikasi basis pelanggan di luar sektor pertambangan, termasuk rencana pasokan bagi industri pertanian pada masa mendatang. Perseroan juga menyiapkan pengoperasian Pabrik Booster di Handil, Kalimantan Timur, dengan target 2027.
