ARTO BFIN Bakal Merger, Asing Siap Tampung?
JAKARTA, investortrust.id – Investor yang dipimpin taipan perbankan Jerry Ng dikabarkan tengah mengkaji sejumlah opsi strategis atas kepemilikannya di PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) dan PT Bank Jago Tbk (ARTO). Satu dari sejumlah opsi yang dipertimbangkan adalah penggabungan (merger) kedua perusahaan tersebut.
Mengutip laporan Bloomberg, Kamis (9/7/2026), proses kajian strategis tersebut disebut tengah dilakukan Goldman Sachs Group Inc.. Sumber yang mengetahui rencana tersebut menyebutkan bahwa BFIN dan ARTO juga mempertimbangkan alternatif lain selain merger. Apabila merger terealisasi disebutkan nilai entitas gabungan bisa mencapai Rp 25 triliun atau sekitar US$1,4 miliar.
Sejumlah lembaga keuangan asing yang ingin memperluas bisnis di Indonesia disebut berpotensi ikut dalam merger BFI Finance (BFIN) maupun Bank Jago (ARTO). Namun, pembahasan masih berlangsung dan belum menghasilkan keputusan.
Baca Juga
Laba BFI Finance (BFIN) Tergerus 14,44% di Kuartal I-2026, Nilainya Segini
Menanggapi kabar tersebut, Bank Jago menyatakan tidak memberikan komentar terhadap spekulasi pasar. Meski demikian, Bank Jago menegaskan bahwa kerja sama dengan BFI Finance merupakan kolaborasi bisnis strategis yang telah berjalan.
Sebelumnya, Mergermarket dalam pemberitaannya pada April 2026 melaporkan bahwa pemegang saham pengendali BFIN tengah mengeksplorasi penjualan sebagian kepemilikannya dan telah menunjuk Goldman Sachs sebagai penasihat keuangan.
Jika transaksi terjadi pada kisaran harga akuisisi awal Trinugraha sekitar Rp 1.200 per saham, potensi kenaikan harga sekitar 50%. Adapun pada penutupan perdagangan saham intraday sesi II Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (9/7/2026), saham BFIN menguat 6,62% menjadi Rp 805.
Baca Juga
Bank Jago Cetak Laba Bersih Rp 86 Miliar di Kuartal I 2026, Melesat 42%
Apabila valuasi mengacu pada transaksi saham Mandala Multifinance (MFIN) oleh Adira Finance (ADMF) yang didukung investor asal Jepang, MUFG, yang berada di level sekitar 2,2 kali price to book value (PBV), nilai wajar akuisisi saham BFIN bisa mencapai Rp1.540 per saham atau mencerminkan potensi kenaikan harga hingga 99%.
Trinugraha Capital selaku pemegang 51,12% saham BFI Finance (BFIN) disebut telah menunjuk Goldman Sachs sebagai penasihat keuangan dalam rangka penjualan tersebu. Trinugraha Capital sendiri merupakan konsorsium yang didukung oleh sejumlah investor besar, termasuk TPG Capital, Northstar Group, serta pengusaha Indonesia Garibaldi Thohir.
Proses negosiasi disebut dilakukan dengan investor asing dan tidak melalui mekanisme lelang terbuka. Identitas calon investor belum diungkapkan. Dikabarkan bahwa pembahasan valuasi disebut mengacu pada harga masuk awal Trinugraha, yakni sekitar Rp 1.200 per saham pada 2022. Saat itu, nilai ekuitas BFIN diperkirakan mencapai Rp 11 triliun.
BFI Finance (BFIN) merupakan salah satu perusahaan pembiayaan tertua di Indonesia yang menyediakan layanan pembiayaan kendaraan bermotor, alat berat, truk dan mesin, serta pinjaman berbasis ekuitas rumah. Perseroan dinilai memiliki kualitas aset yang baik dan kinerja underwriting yang solid, sehingga menarik bagi investor strategis maupun finansial yang ingin mendapatkan eksposur ke sektor kredit konsumer dan UMKM di Indonesia.
Adapun pada penutupan perdagangan saham di BEI hari ini, kedua saham kompak catatkan lompatan harga. Saham ARTO naik 18,23% menjadi Rp 1.200 dan BFIN naik 6,62% menjadi Rp 805.
